10 Artikel Ilmiah Untuk Topik Penelitian Pembelajaran Inklusif

Tabel review artikel ilmiah tentang pembelajaran inklusif selama 2019 sampai 2021

NoJudulLatar belakangTujuanMetode PenelitianSimpulanPenelitian Selanjutnya
1.Manajemen Peserta Didik Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Lingkungan Inklusi Ramah Pembelajaran (LIRP) Pada Sekolah Dasar Reguler (Maria Yulianti Goo, 2020)Pendidikan merupakan hak semua orang dalam usaha mencerdaskan diri, mengembangkan minat, bakat juga potensi-potensi yang ada di dalam diri sesorang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, namun masih sering dijumpai anak-anak berkebutuhan khusus belum diberi ruang atau lingkungan yang aman dan nyaman dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan keadaaan anak berkebutuhan khusus.Untuk mendeskripsikan manajemen peserta didik anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan LIRP.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melaui kajian literatur, observasi dan wawancara di lapangan.Hasil penelitian ini, yaitu memberikan rekomendasi sebagai catatan bagi para pembuat kebijakan dan penyelenggara pendidikan inklusi supaya menyediakan sumberdaya yang memadai bagi layanan anak berkebutuhan khusus seperti tenaga tarapis, psikolog, dokter dan ditempatkan di sekolah-sekolah reguler yang terinklusi.Bagaimana penyediaan layanan pendidikan inklusif di sekolah
2.Analisis Faktor Pendukung Hasil Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020).ABK diartikan sebagai anak yang berkelainan dengan kategori menyimpang atau berbeda secara spesifik dengan keadaan anak normal pada umumnya, sehingga agar ABK dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal maka dibutuhkan penanganan  pendidikan secara khusus.Untuk mengetahui faktor pendukung apa saja yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK).Penelitian ini adalah korelasi product moment yang dirumuskan oleh Pearson.Hasil penelitian ini ialah secara umum, variabel yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran daring pada ABK di SD Suryo Bimo Kresno adalah umur, gender, perhatian orang tua dan les privat. Jika dilakukan agregasi data berdasarkan jenis ABK, hasil yang didapat adalah anak dengan kategori ABK slow learner, variabel yang berpengaruh adalah umur dan gender, sedangkan untuk ABK kategori autis dan salah pola asuh orang tua, semua faktor terkecuali jenis ABK berpengaruh penting pada hasil pembelajaran daring. Adapun untuk down syndrome dan keterbelakangan mental, tidak dapat ditentukan faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran daring dikarenakan tidak adanya responden yang cukup, dimana terdapat hanya 1 anak untuk down syndrome dan 2 anak pada keterbelakangan mental.Penelitian dapat arahkan untuk mencari korelasi dari kategori yang ditemukan pada penelitian ini
3.Pelaksanaan Pembelajaran PDBK Di Sekolah Inklusif Selama Pandemik COVID-19 (Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021)Banyak faktor dan hambatan dari komponen pendidikan. Perubahan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring selama pandemik menjadi hal baru bagi GPK di sekolah inklusif sekaligus tantangan menghadapi pembelajaran PDBK di masa pandemik COVID-19.Untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus atau (PDBK) di sekolah inklusif selama pandemik COVID-19 berlangsung.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui angket dan wawancara semi terstruktur yang dilaksanakan secara online. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan bantuan nvivo 12 plus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pembelajaran PDBK selama pandemik COVID-19 sebagai berikut; (1) para GPK telah menyiapkan perangkat pembelajaran terutama Program pembelajaran individual, (2) pembelajaran luring di kelas dan ruang sentra fokus pada pengembangan life skill PDBK, (3) konten belajar sama dengan sebelum pandemik, (4) pembelajaran daring dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan whatsapp, dan (5) proses penilaian hasil belajar menggunakan google form dan worksheet terkait aktivitas belajar PDBK. Tantangan pembelajaran selama pandemik COVID-19 yang menghadapi oleh GPK, yakni; penurunan capaian hasil belajar PDBK, masalah tantrum PDBK saat pembelajaran daring, dan kendala komunikasi untuk memberikan pemahaman belajar.Bagaimana dampak penurunan capaian hasil belajar pada peserta didik berkebutuhan khusus
4.Pengalaman Belajar Daring Siswa Berkebutuhan Khusus Pada Pandemi COVID-19 Di Sd Inklusif (Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020).Pandemi COVID-19 merupakan musibah yang memilukan bagi seluruh penduduk bumi. Seluruh kehidupan manusia di bumi terganggu, tanpa kecuali pendidikan.  Pembelajaran harus tetap berlangsung, walaupun terjadi bencana pandemi global yang menjadikan pemerintah menerapkan social distancing pada dunia pendidikan. Solusi paling tepat dengan pandemi ini adalah pembelajaran daring.untuk mengetahui bagaimana pengalaman belajar daring siswa berkebutuhan khusus di SD inklusif pada masa pandemi COVID-19.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan pendekatan kualitatif serta jenis penulisan deskriptif. Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung.siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif diberikan kesempatan untuk dapat memahami pelajaran, di dalam ruang kelas virtual yang disediakan khusus oleh guru.Pengembangan pembelajaran virtual bagi siswa berkebutuhan khusus
5.Pelaksanaan Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus pada Masa Pandemi COVID – 19 di Sekolah Inklusif SDN 12 Gedong (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020)Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, mentalintelektual, sosial, emosional), sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam pendidikan memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya.Untuk mengetahui cara sekolah dengan pendidikan inklusif di SDN 12 GedongMetode pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen.Anak-anak dengan berkebutuhan khusus kehilangan proses pendidikan mereka (program intervensi, pendidikan khusus, terapi fisik) yang mereka miliki untuk karakteristik utama mereka (interaksi sosial, komunikasi dan pola perilaku terbatas) yang mempengaruhi kualitas hidup mereka.Program intervensi bagi siswa berkebutuhan khusus
6.Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Siswa Berkebutuhan Khusus Di SD Inklusi Era Pandemi COVID-19 (Hamidaturrohmah, 2020)Di Indonesia siswa berkebutuhan khusus dapat mengikuti pendidikan di sekolah reguler dalam setting sekolah inklusi yang secara legal formal sudah diakomodir dalam Undang-Undang pasal 31 dan secara spesifik diatur dalam Permendiknas Tahun 2009 nomor 70. Diberlakukannya pembelajaran daring memberikan tantangan tersendiri bagi guru pendamping di sekolah inklusi.Untuk menganalisis bentuk strategi pembelajaran jarak jauh siswa berkebutuhan khusus era pandemi COVID-19.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis study kasus. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen.Hasil penelitian ini penggunaan strategi pembelajaran jarak jauh 5M memberikan kontribusi bagi guru dan orang tua dalam berkolaborasi mendidik siswa berkebutuhan khusus agar berdaya belajar dan tetap produktif di masa pandemi COVID-19.Pembelajaran yang mengakomodasi pendidikan siswa berkebutuhan khusus
7.Kompetensi Guru dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan inklusif di Sekolah Inklusi Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (Purwanti Retno Yuliastut, 2019).Pendidikan inklusif merupakan implementasi dari hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan. Atas dasar hal tersebut maka konsekuensi logis hak ini adalah bahwa semua anak mempunyai hak menerima pendidikan tanpa mendiskriminasikan kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, linguistik, termasuk untuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan mendapatkan pendidikan khusus.Untuk mengetahui kompetensi guru dalam melihat tantangan dari implementasi pendidikan inklusif di Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar.Penelitian ini merupakan deskripsi kualitatif melalui observasi dan Wawancara.Hasil dari penelitian ini yaitu kompetensi guru dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan inklusi melalui 3 (tiga) tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi kegiatan pendataan anak berkebutuhan khusus, sosialisasi program dan penyediaan sumber daya. Tahap pelaksanaan program meliputi kegiatan pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus, tahap terakhir ialah tahap monitoring dan evaluasi.Bagaimana guru dalam melakukan monitoring dan evaluasi pendidikan inklusif
8.Identifikasi Bakat Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Di Madrasah Inklusi Kabupaten Lombok (Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020)Bakat yang terdapat pada PDBK seharusnya dapat terindentifikasi sejak dini agar program pembelajaran yang didapatkannya tepat sasaran sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya. Melalui pembelajaran dan layanan yang tepat diharapkan pengembangan bakat sebagai bekal masa depan PDBK dapat berjalan secara optimal. Masalah utama dalam penelitian ini adalah menjelaskan apakah semua PDBK telah teridentifikasi bakatnya dan juga mengidentifikasi bakat apa saja yang ada pada diri PDBK.Untuk mengidentifikasi bakat dari PDBK di MI NW Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif meliputi studi pendahuluan, perumusan masalah, penyusunan instrument penelitian, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, oservasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar dari PDBK belum teridentifikasi bakatnya. PDBK yang telah teridentifikasi bakatnya berada di kelas tinggi, sedangkan untuk kelas rendah belum teridentifikasi bakatnya. Sebagian besar PDBK mempunyai bakat dibidang olahraga, seni prakarya, dan sebagian kecil mempunyai bakat logis matematis, linguistik dan tilawah.  Bagaimana program sekolah untuk mengembangkan potensis peserta didik berkebutuhan khusus
9.Media Pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020)  Berdasarkan permasalahan serta potensi-potensi yang ada, sehingga peneliti merasa perlu melakukan suatu pengembangan media pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunagrahita yang diberi nama Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) sekaligus mengenalkan kearifan lokal Balikpapan.Untuk menghasilkan media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang layak digunakan dalam materi Bilangan untuk siswa kelas 5 Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Bangsa Balikpapan.Metode pengembangan model Borg & Gall yang dimodifikasi dengan tahapan yang dilakukan sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk.Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang dikembangkan termasuk kategori Sangat Valid (rata-rata skor 4,75), Sangat Praktis (skor 4,7), dan Efektif (ketuntasan belajar siswa mencapai 80%).Bagaimana penerapan dalam penelitian tindakan untuk melihat efektivitas media pembelajaran PANCORAN
10Proses Pembelajaran Matematika Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Autisme) Di Sekolah Inklusif (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020)Kesulitan matematika adalah hambatan atau gangguan belajar pada anak yang ditandai oleh ketidak mampuan anak untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengalami kesulitan dapat diketahui melalui kriteria-kriteria yang sebenarnya merupakan indikator terjadinya kesulitan belajar.untuk mendeskripsikan kesulitan matematika Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saat proses pembelajaran matematika berlangsung, yang selanjutnya guru dapat mengambil langkah-langkah perbaikan yang tepat untuk proses belajar mengajar.Kajian pustakaAnak autis pada dasarnya dapat memperoleh pengetahuan matematika, meskipun memerlukan bantuan benda-benda konkrit. Metode yang dapat dilakukan adalah dengan mengulangulang pekerjaan hingga terbentuk skema pengetahuan dalam struktur memori. Anak autis dikenal sebagai anak yang memiliki karakteristik perilaku yang unik dan sering menyendiri dan gangguan perkembangan neurobiologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan) dengan orang lain.Bagaimana siswa autis berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain

Hasil dari pemetaan artikel dapat dicek pada link berikut ini: review 10 artikel penelitian pembelajaran inklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *