10 Artikel Membahas Penelitian Perkembangan Kognitif Siswa

Pendahuluan

Perkembangan kognitif pada anak tidak bisa dilepaskan dari tokoh psikologi terkemuka yaitu Jean Piaget (1896-1980 M). Piaget dalam pernyataannya menyatakan bahwa pengetahuan bisa didapat melalui eksplorasi, manipulasi, dan konstruksi secara elaborasi. Dan mengemukakan secara terperinci mengenai perkembangan anak (Imam Hanafi, Eko Adi Sumitro, 2019). Kelekatan pada orang tua berkaitan erat dengan emosi yang dapat mempengaruhi sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk perkembangan kognitif (Amita Diananda, 2020). 

Sulitnya siswa memahami pelajaran maka dibutuhkan alat bantu salah satunya dengan pemilihan media powerpoint interaktif  (Irna Yuliana, Yetty Hastiana, 2019). Jumlah siswa dalam suatu kelas dapat mempengaruhi pembelajaran di dalam kelas dan berdampak pada psikologi perkembangan peserta didik khususnya kognitif sosial anak. (Siti Anisatun Nafi’ah dan  Muhammad Islakhudin, 2020). Seorang  guru  perlu  melakukan variasi  dalam  pembelajaran,  pendekatan Metakognitif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan perkembangan kognitif siswa. (Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah, 2019). 

Perkembangan kognitif terdiri dari belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolik. Agar perkembangan kognitif berkembang dapat melakukan aktivitas pembelajaran di air (akuatik) (Lutfi Nur, Anne Hafina, Nandang Rusmana, 2020). Permainan mampu meningkatkan afiliasi dengan teman sebaya, mengurangi tekanan, dan meningkatkan perkembangan kognitif. Belajar sambil bermain juga memberikan rasa semangat bagi anak dalam menerima pembelajaran. Permainan tradisional engklek digunakan untuk memberi perkembangan kognitif dalam hal lambang bilangan. (Dwi Ana Pertiwi, Siti Fadjryana Fitroh, dan Dewi Mayangsari, 2018). 

Percobaan sains pada materi mencampur warna berpengaruh terhadap perkembangan kognitif karena dapat membantu pengetahuan dan pemahaman anak usia dini tentang konsep sains, dan membantu meletakkan aspek-aspek yang terkait dengan keterampilan sains (Mustika, Y, Nurwidaningsih, L, 2018). Namun  dicoba  lewat  pembelajaran daring memiliki dampak positif   dan   negatif   dari   sistem   belajar   anak secara  daring  di  rumah. (Ashabul Kahfi, 2021).

Selama kegiatan belajar di rumah orang tua memegang peran penting akan pendidikan selama anak belajar di rumah. Agar anak  dapat  berkembang  dengan  baik pertumbuhan  kognitif  jangan  malah  dapat  terhambat  dalam  pertumbuhan kognitif anak. (Veny Iswantiningtyas, 2021).

Tujuan Penelitian:

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi terkait pengaruh kelekatan anak pada orang tua dalam meningkatkan perkembangan kognitif (Amita Diananda, 2020), mengkaji perkembangan kognitif menurut ‘Jean Piaget” (Imam Hanafi, Eko Adi Sumitro, 2019), pengaruh yang terjadi antara jumlah siswa terhadap perkembangan kognitif siswa (Siti Anisatun Nafi’ah, Muhammad Islakhudin, 2020), pengaruh percobaan sains anak usia dini terhadap perkembangan kognitif anak (Mustika, Y, Nurwidaningsih, L, 2018).

Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pendekatan metakognitif dan tahapan perkembangan kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa (Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah, 2019),  penerapan model pembelajaran akuatik berbasis permainan dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini (Lutfi Nur, Anne Hafina, Nandang Rusmana, 2020), dan perbaikan kemampuan kognitif siswa kelas melalui penerapan metode praktikum dengan media powerpoint interaktif (Irna Yuliana, Yetty Hastiana, 2019).

Untuk mengukur capaian perkembangan kognitif anak usia dini selama belajar di rumah (Veny Iswantiningtyas, 2021), pengaruh permainan tradisional engklek terhadap perkembangan kognitif anak (Dwi Ana Pertiwi, Siti Fadjryana Fitroh, dan Dewi Mayangsari, 2018), dan mengungkap sejauh mana pembelajaran daring berimplikasi terhadap perkembangan afektif anak  (Ashabul Kahfi, 2021).

Metode Penelitian:

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif (Dwi Ana Pertiwi, Siti Fadjryana Fitroh, Dewi Mayangsari, 2018), penelitian eksperimen (Mustika, Y, Nurwidaningsih, L, 2018; Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah, 2019). Penelitian kualitatif (Siti Anisatun Nafi’ah, Muhammad Islakhudin, 2020;Veny Iswantiningtyas, 2021), penelitian deskriptif  (Lutfi Nur, Anne Hafina, Nandang Rusmana, 2020), dan penelitian telaah pustaka (Imam Hanafi, Eko Adi Sumitro, 2019; Ashabul Kahfi, 2021; Amita Diananda, 2020) serta penelitian tindakan kelas (Irna Yuliana, Yetty Hastiana, 2019),.

Simpulan :

Berdasarkan 10 artikel ilmiah perkembangan kognitif siswa yang telah disimpulkan dapat disimpulkan sebagai berikut: Perkembangan kognitif pada anak ditunjukkan dari perkembangan cara anak berpikir. Ada beberapa konsep dasar proses perkembangan kognitif menurut Piaget, yakni skema, adaptasi, asimilasi, akomodasi, keseimbangan dan organisasi (Imam Hanafi, Eko Adi Sumitro, 2019).

Guru yang efektif akan lebih banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Pengajuan pertanyaan  ini  akan  berdampak  kepada  pengembangan  kemampuan  berpikir  siswa.  Dalam mengembangkan  kemampuan  berpikir  dan  disposisi  kritis,  seorang  guru  perlu  melakukan variasi  dalam  pembelajaran,  misalnya  menggunakan  metode,  pendekatan  yang  bervariasi sesuai dengan situasi siswa. Dengan  pembelajaran pendekatan metakognitif kemampuan siswa dalam berpikir kritis matematis mengalami peningkatan (Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah, 2019). 

Pemilihan media powerpoint interaktif didasarkan atas karakteristik materi yang bersifat abstrak sehingga membutuhkan alat bantu untuk membuat para siswa menjadi lebih mengerti. Keberhasilan baik metode dan media tentunya juga ditunjang oleh perencanan dan pelaksanaan yang baik oleh guru, sehingga kegiatan observasi, evaluasi, dan refleksi juga memegang peranan kunci untuk persiapan pembelajaran berikutnya. (Irna Yuliana, Yetty Hastiana, 2019).

Penerapan aktivitas pembelajaran di air (akuatik) untuk mengembangkan kemampuan kognitif masih terbatas. Pembelajaran akuatik masih harus dikembangkan dan ditingkatkan supaya dapat berjalan dengan optimal (Lutfi Nur,Anne Hafina,Nandang Rusmana, 2020). Permainan mampu meningkatkan afiliasi dengan teman sebaya, mengurangi tekanan, dan meningkatkan perkembangan kognitif serta anak tidak akan merasakan masa bermainnya hilang ketika berada disekolah (Dwi Ana Pertiwi, Siti Fadjryana Fitroh, dan Dewi Mayangsari, 2018).

Pembelajaran percobaan sains dapat membantu pengetahuan dan pemahaman anak tentang konsep sains, dan membantu meletakkan aspek-aspek yang terkait dengan keterampilan sains untuk dapat meningkatkan kognitif anak. Penerapan metode percobaan pada sains, anak dapat berinteraksi langsung dengan kegiatan yang diberikan oleh guru. Dengan demikian diharapkan anak dapat memahami proses dari kegiatan yang diberikan, dan dapat mengerti dan memahami konsep-konsep sains (Mustika, Y, Nurwidaningsih, L, 2018). 

Rombongan belajar dalam suatu kelas sangat mempengaruhi kognitif sosial siswa. Jumlah siswa yang sedikit belum tentu menunjukkan efektivitas pembelajaran di kelas. Faktor yang mempengaruhi hal ini yaitu (1) Kurangnya pertukaran ide antar siswa karena sedikitnya jumlah teman di lingkungan sekolah. (2) Minimnya interaksi antar siswa di lingkungan sekolah. (3) tidak terdapat teman sebaya dalam satu sekolah yang bertempat tinggal sama/dekat. (4) letak geografis lingkungan sekolah anak yang berada jauh dari pusat kota. (5) Kurangnya kepedulian orangtua dalam perkembangan kognitif anak. (6) Guru yang kurang cakap dalam menjalankan tugasnya (Siti Anisatun Nafi’ah, Muhammad Islakhudin, 2020). 

Selama kegiatan belajar di rumah mempunyai tantangan yang harus dihadapi guru dan orang tua. Selama anak belajar dirumah anak dibimbing orang tua serta guru menggunakan metode belajar daring dan luring. Orang tua memegang peran penting akan pendidikan selama anak belajar di rumah, misalnya untuk mengembangkan kognitif anak (Veny Iswantiningtyas, 2021). Orang tua atau pengasuh utama adalah kelekatan pertama anak sejak lahir. Orang tua yang secara konsisten memberikan respon yang dibutuhkan anak, akan membuat anak mempunyai kematangan dalam berpikir (Amita Diananda, 2020).

Dampak pembelajaran daring terhadap perkembangan Kognitif anak secara langsung mengalami hambatan. Karena kurangnya interaksi timbal balik antara siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Guru juga dituntut bisa mendesain media pendidikan bagaikan inovasi dengan menggunakan media daring. Oleh karena itu, perlu dukungan dari orang tua agar pembelajaran dapat tercapai (Ashabul Kahfi, 2021). Guru yang efektif akan lebih banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa pada aspek kognitif siswa, variasi dalam pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, meningkatkan hubungan sosial dan sebaya, melakukan percobaan eksperimen dan sains, dan peran orang tua dalam membimbing anak.

Penelitian selanjutnya :

Penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada penggunaan atau penerapan landasan konseptual pembelajaran dari Piaget ini dalam bidang pendidikan. Landasan ini bisa dijadikan acuan dalam proses pembelajaran (Imam Hanafi, Eko Adi Sumitro, 2019), Terbentuknya kelekatan antara orang tua dalam menjalin hubungan atau persaudaraan sampai dewasa (Amita Diananda, 2020). 

Pembelajaran pendekatan metakognitif dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran di kelas dan dilakukan penelitian lanjutan dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa maupun jenjang pendidikan (Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, dan Abdul Fatah, 2019), Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat merangsang perkembangan  kognitif dan aktif melakukan kegiatan diluar kelas bersama seluruh siswa (Siti Anisatun Nafi’ah, Muhammad Islakhudin, 2020).

Penerapan model pembelajaran dan strategi pengajaran agar perkembangan potensi anak dapat ditingkatkan (Lutfi Nur,Anne Hafina,Nandang Rusmana, 2020), menggunakan media lain yang termasuk kelompok multimedia yang dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses pembelajaran (Lutfi Nur,Anne Hafina,Nandang Rusmana, 2020), mendesain media pendidikan yang berinovasi dengan menggunakan media daring (Ashabul Kahfi, 2021), dan memasukkan subjek yang lebih banyak dan melibatkan aspek perkembangan yang lain karena pada penelitian ini subjeknya hanya sedikit (Veny Iswantiningtyas, 2021). 

Mengembangkan permainan tradisional engklek misalnya terhadap perkembangan sosial-emosional karenakan saat kegiatan permainan berlangsung anak tidak sabar menunggu giliran dan dapat mengikuti peraturan bermain (Dwi Ana Pertiwi, Siti Fadjryana Fitroh, dan Dewi Mayangsari, 2018), dan langka upaya memperbaiki dan meningkatkan kognitif anak usia dini melalui percobaan sains pada materi mencampur warna (Mustika, Y, Nurwidaningsih, L, 2018).

Daftar Pustaka

  1. Diananda, A. (2020). Kelekatan Anak Pada Orang Tua Dalam Meningkatkan Perkembangan Kognitif Dan Harga Diri. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 3(2),141-157. DOI: https://doi.org/10.33853/istighna.v3i2.47
  2. Hanafi, I., & Sumitro, E. A. (2019). Perkembangan Kognitif Menurut Jean Piaget Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran. Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar,3(2). DOI: https://doi.org/10.24929/alpen.v3i2.30
  3. Iswantiningtyas, V. (2021). Perkembangan Kognitif Anak Selama Belajar Di Rumah. Efektor, 8(1), 9-20. DOI: https://doi.org/10.29407/e.v8i1.15835
  4. Kahfi, A. (2021). Dampak pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 terhadap perkembangan kognitif anak. Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam, 4(1), 14-23. DOI: https://doi.org/10.51476/dirasah.v4i1.219
  5. Lestari, R. B., Nindiasari, H., & Fatah, A. (2019). Penerapan pendekatan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sma ditinjau dari tahap perkembangan kognitif. Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 134-145. DOI: http://dx.doi.org/10.31000/prima.v3i2.1209
  6. Mustika, Y., & Nurwidaningsih, L. (2018). Pengaruh Percobaan Sains Anak Usia Dini terhadap Perkembangan Kognitif Anak di TK Kartika Siwi Pusdikpal Kota Cimahi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 94-101. DOI: 10.31004/obsesi.v2i1.12
  7. Nafi’ah, S. A., & Islakhudin, M. (2020). Pengaruh Rombongan Belajar Siswa Terhadap Perkembangan Kognitif Sosial Peserta Didik Di MI Ma’arif Ngampeldento Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah. ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal, 8(1), 139-158. DOI: http://dx.doi.org/10.21043/elementary.v8i1.6839
  8. Nur, L., Hafina, A., & Rusmana, N. (2020). Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Dalam Pembelajaran Akuatik. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 42-50. DOI: https://doi.org/10.24246/j.js.2020.v10.i1.p42-50
  9. Pertiwi, D. A., Fitroh, S. F., & Mayangsari, D. (2018). Pengaruh Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 5(2), 86-100. DOI: https://doi.org/10.21107/pgpaudtrunojoyo.v5i2.488
  10. Yuliana, I., & Hastiana, Y. (2019). Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa Melalui Metode Praktikum dengan Media Powerpoint Interaktif. Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi, 3(1), 19-25. DOI: https://doi.org/10.32502/dikbio.v3i1.1966

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *