7 Masalah Utama Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19

1.  Fasilitas Pembelajaran Daring Kurang Memadai

Ini menjadi salah masalah utama yang terjadi di hampir sekolah, fasilitas pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran dalam jaringan kurang lengkap dan tidak memadai. Masalah ini dapat terjadi karena sekolah belum mempersiapkan diri untuk menyiapkan perangkat pembelajaran daring, seperti learning management system (LMS) atau fasilitas yang lain. Perencanaan kegiatan pembelajaran di sekolah masih berorientasi pada pembelajaran tatap muka (offline) dan belum ke arah pada pembelajaran daring atau online.

2.  Proses Pembelajaran Daring Guru Cenderung Seperti Pelatihan

Selanjutnya proses pembelajaran guru kepada peserta didik mengarah kepada pelatihan, dimana peserta didik hanya diminta untuk mengerjakan tugas tanpa diberikan konsep, tata cara dan langkah-langkah pengerjaan dengan alasan terbatasnya kuota internet dan waktu pertemuan. Selain itu tidak semua guru menguasai dan memiliki kemampuan tentang pembelajaran daring sehingga peserta didik lebih sering dibebani pekerjaan rumah yang sangat berat. Proses pembelajaran daring yang tidak direncanakan dengan rapi oleh guru akhirnya peserta didik menjadi tidak fokus kepada materi yang diajarkan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh guru. Peserta didik hanya sekadar menjalan tugasnya menyelesaikan tugas yang diberikan guru selama pembelajaran daring.

3.  Tugas Belajar Yang Diberikan Terlalu Berat

Peserta didik banyak yang tidak fokus pada pembelajaran daring guru, guru memberikan beban soal latihan yang terlampau berat. Padahal pembelajaran daring yang dilaksanakan guru masih terbatas waktu pelaksanaannya, sehingga jika diberikan soal latihan berat peserta didik menjadi bingung dan tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Adapun alternatif yang muncul pada di lapangan, peserta didik akan meminta bantuan kepada orang tua untuk membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Namun juga tidak semua orang tua mampu memberikan waktu untuk mendampingi proses pembelajaran yang dilaksanakan anaknya saat di rumah. Orang tua sering kali sibuk bekerja atau kegiatan rutinitas di luar rumah sehingga jarang memberikan bimbingan belajar. Selain itu, jika ada orang tua yang dapat menemani peserta didik belajar tetapi kemampuan dalam mendampingi dan memberikan layanan belajar kepada peserta didik, karena tidak semua orang tua mampu memahami materi yang harus dipahami peserta didik.

4.  Jaringan Internet Yang Lemah

Masalah yang bisa ditangkap selanjutnya, jaringan internet yang susah di lingkungan tempat tinggal peserta didik. Peserta didik banyak yang berada di daerah pedalaman atau kampung yang tidak dapat dijangkau sinyal/jaringan internet. Banyak peserta didik yang harus mencari daerah di sekitar tempat tinggal yang memudahkan jaringan internet bisa diterima dengan baik. Kesulitan jaringan internet ini juga dapat menyebabkan pembelajaran mudah sekali miss komunikasi bisa disebabkan penyampaian materi atau tugas guru atau penerimaan respon belajar dari peserta didik. Tidak semua siswa dalam waktu yang sama memahami materi belajar yang disampaikan guru. Hal ini dapat menyebabkan pemahaman peserta didik menjadi rendah sehingga proses pembelajaran tidak berhasil.

5.  Rendahnya Motivasi Belajar Pembelajaran Daring Peserta Didik

Peserta didik selama ini nyaman dengan pembelajaran secara online di kelas. Bagi peserta didik pembelajaran harus melibatkan interaksi antara guru dengan peserta didik secara langsung. Pembelajaran harus dilaksanakan dengan proses observasi langsung kepada materi yang akan diterima, adanya rasa ingin tahu peserta didik, penyampaian konsep materi dari guru, dan bagaimana peserta didik menuliskan kembali belajar yang telah dilakukan. Pembelajaran daring yang disajikan guru tidak menyediakan kesempatan kegiatan tersebut menjadikan pembelajaran membosankan bagi peserta didik. Akhirnya lama kelamaan respon yang diberikan peserta didik kurang bersemangat dan tidak tertarik apalagi pembelajaran daring yang dilaksanakan selama pandemic covid 19 lebih dari tiga bulan peserta didik belajar secara mandiri di rumah masing-masing.

6.  Perlu Dukungan Orang Tua Kepada Anaknya

Faktor dukungan orang tua, juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi proses pembelajaran daring. Hasil dari wawancara, tidak semua orang tua memiliki perangkat yang mendukung proses pembelajaran daring. Ada orang tua peserta didik yang tidak memiliki handphone sehingga peserta didik kesulitan mengikuti pembelajaran secara daring. Peserta didik sering terlambat menerima materi yang disampaikan oleh guru karena tidak ada perangkat pembelajaran daring di rumah. Selain itu, orang tua peserta didik memiliki latar belajar yang berbeda-beda terutama masalah ekonomi, tidak semua mampu membelikan kuota internet peserta didik, kesibukan kerja, dan akhir tidak dapat memberikan pendampingan proses pembelajaran anak di rumah. Bahkan ada peserta didik yang dua bulan tidak melaporkan tugas kepada guru karena tidak memiliki kuota atau handphone.

7.  Kejelasan Sistem Pembelajaran Daring Dari Dinas Pendidikan

Sistem pembelajaran daring yang harus disosialisasikan kepada para guru selama masa pandemic Covid -19. Sistem pembelajaran daring tidak semua sekolah mendapat contoh dengan proporsi pembelajaran daring yang sama dengan berbagai contoh aplikasi atau perangkat yang memudahkan guru memberikan materi kepada peserta didik. Guru terkesan tidak ada tuntutan pembelajaran sekedarnya saja tidak sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengukur hasil belajar. Guru masih perlu bimbingan dari Dinas Pendidikan dan belajar secara mandiri tentang berbagai aplikasi yang paling mudah dan sesuai kemampuan untuk mengajarkan materi selama Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *