Catatan 5 Tahun Penerapan Kurikulum 2013

Berikut ini data-data yang terdapat pada artikel penelitian yang menyimpulkan bagaimana proses pelaksanaan dan penerapan Kurikulum 2013. Masalah dan tantangan dari berbagai aspek mulai kesiapan pelatihan kurikulum, mindset guru, kepala sekolah, pembelajaran dan tantangan bagi sekolah dengan memiliki siswa berkebutuhan khusus. Kurikulum 2013 direspon dengan fleksibilitas dari sekolah mengacu pada kearifan lokal, visi dan misi sekolah namun tetap mencapai target sistem tujuan pendidikan nasional Indonesia. Catatan 5 tahun penerapan Kurikulum 2013 berdasarkan artikel yang direview berada pada tahun 2014 sampai 2019, lima tahun pelaksanaan kurikulum harus dapat menjamin peningkatan proses pembelajaran di sekolah.

Penerapan kurikulum 2013 pada anak ABK di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta ini dapat dibilang efektif karena dalam penerapan ini anak benar-benar aktif serta berkreasi dalam proses pembelajaran. Kurikulum ini juga tidak langsung dibebankan kepada anak, jadi penerapan ini dilakukan secara bertahap, agar siswa tidak merasa terbebani. Pembelajaran yang sudah direncanakan dan anak dapat memilih apa tema serta pembelajaran apa yang ingin dipelajarinya. Penerapan kurikulum ini proses pembelajaran anak ABK digabung dengan anak reguler jadi dalam proses pembelajaran ini ada tahap persiapan di mana anak-anak ABK dan reguler diatur dalam posisi duduknya sehingga tidak ada perbedaan antara anak ABK dengan yang reguler, pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus juga, serta penutup dimana guru mencatat apa saja kesulitan yang dirasakan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung. Penerapan kurikulum 2013 di SD/MI juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa bahkan pola belajar siswa menjadi berubah. Mereka (para siswa) dapat mengembangkan kemampuan berpikir mereka serta kreativitas belajar mereka. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan memberikan keberanian siswa akan hal baru dalam proses pembelajaran.

Contoh implementasi kurikulum 2013 yang lain pada mata pelajaran PAI di SD Muhammadiyah Pakem masih kurang berjalan dengan lancar dikarenakan dalam proses pembelajarannya saja yang sudah terlaksana akan tetapi dalam hal penilaian masih menggunakan kurikulum KTSP. Hal inilah yang masih menjadi kendala dalam penerapan kurikulum 2013 pada sekolah ini.  Dengan adanya pelatihan maka guru-guru mengetahui bagaimana cara dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam pembelajaran serta bagaimana cara menilai dan dari aspek apa saja yang akan menjadi panutan mereka dalam proses pembelajaran Dalam implementasi kurikulum di SD Muhammadiyah sudah menerapkan semua apa yang ada di kurikulum. Sehingga proses pembelajaran ataupun penilaiannya sesuai dengan peraturan yang ada.

Peran kepala sekolah yang berkompeten akan menjalankan kurikulum dengan baik. Kepala sekolah yang mengerti bagaimana kurikulum dijalankan dan dikembangkan maka sekolah itu juga akan berjalan dengan baik.  kepala sekolah sangat berperan sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan perannya sebagai manajer di sekolah, antara lain menyusun perencanaan kegiatan, melaksanakan proses pembelajaran, memberikan bimbingan dan arahan, mengkoordinasikan staf, mengontrol kegiatan, memonitor proses pelaksanaan dan menyampaikan laporan, melakukan inovasi dalam pelaksanaan tugas, memberikan motivasi kepada staf, kunjungan kelas, melakukan analisis hambatan dan menentukan program tindak lanjut.

Dari sisi kemampuan seorang guru dalam mengorganisasikan kurikulum sangatlah diperlukan karena dalam proses pembelajaran seorang guru tidak boleh asal dalam menyampaikan pembelajaran serta dalam hal penilaian pun guru harus sesuai dengan perencanaannya. Karena Guru adalah pelaksana langsung dari kurikulum di suatu kelas. Pencapaian implementasi kurikulum yang baik sangat bergantung pada kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru.

Berdasarkan temuan tentang penelitian-penelitian implementasi kurikulum 2013 ada temuan diantaranya: Minimnya informasi mengenai bagaimana implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus, peran guru, dan kendala yang dihadapi guru pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo. Contoh pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Sapen di sekolah yang ada siswa berkebutuhan khusus, kurikulum dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan gradasi berat atau ringannya kondisi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan  penelitian kualitatif, dan pendekatan fenomenologis. Bahwa SD Muhammadiyah PAKEM telah mengimplementasikan kurikulum 2013 PAI pembelajarannya tetapi penilaiannya menggunakan penilaian KTSP. Model pembelajaran saintifik dan penilaian autentik yang harus disusun dalam RPPH guru-guru RA.

Dalam pelaksanaan tugas Kepala Sekolah sebagai Penyelia (Supervisor) kepala sekolah membuat program supervisi kelas kemudian berdiskusi dengan guru yang disupervisi untuk melaksanakan pembinaan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Selanjutnya melakukan analisis dan evaluasi untuk melakukan program tindak lanjut serta memiliki catatan-catatan khusus hasil supervisi kelas untuk setiap guru mata pelajaran.

Kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 juga diteliti, misalnya dalam memanajemen tidak adanya insentif untuk para peserta kegiatan. Adanya kendala teknis seperti Proyektor rusak, masih adanya guru yang kurang lihai mengoperasikan laptop atau komputer. Serta  penentuan waktu pelaksanaan agar tidak mengganggu KBM siswa di sekolah. Padahal sebagian besar guru kurang mahir dalam mengoperasikan komputer dan menggunakan internet, sehingga proses pendampingan dimulai dari hal yang paling sederhana. Berkat adanya pendampingan secara personal yang dilakukan oleh tim mempermudah para guru dalam mengoperasikan komputer dan membuat akun di google. Masalah muncul yang lain, para guru merasa terbebani dengan penilaian autentik karena memiliki 3 aspek yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang masing-masing didapat dari nilai yang berbeda-beda.

Aspek pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing) sehingga siswa dapat lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Penerapan PBL meningkatkan kompetensi siswa secara komprehensif meliputi aspek knowledge, attitude, dan skill pada pelaksanaan Kurikulum 2013. PBL lebih mudah diterapkan dalam pembelajaran teori di kelas.

Daftar Referensi:

1.  Ardianingsih, Febrita, Siti Mahmudah, dan Edy Rianto. (2017). Peran Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus pada Sekolah Luar Biasa di Sidoarjo. Jurnal Pendidikan, 2 (1), 14-20.

2.    Fakhruddin, Farid Ahmadi, Sumilah, dan Isa Ansori. (2017).  IBM Guru Sekolah Dasar Melalui Upaya Peningkatan Kualitas Guru dengan Media Pembelajaran pada Implementasi Kurikulum 2013. ABDIMAS, 21 (2), 103-110.

3.      Hakim,Imam Nur. (2014). Pembelajaran Tematik Integratif di SD/MI dalam Kurikulum 2013. Jurnal Insania, 19 (1), 46-59.

4.    Mayasari.(2016). Implementasi Kurikulum 2013 Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Studi Kasus SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. journal of Disability Studies ,3(1), 1-18.

5.      Mukhibat, Mukhibat, Noor Faizatul Fitri dan Afiatun Sri Hartati. (2018). Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Guru-guru (POKJA RA) Poncol di Magetan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 2 (1). 83-101.

6.      Najib ,Khotim Hanifudin, dan Pardjono. (2019). Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru untuk Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri Pilot Project Yogyakarta.  Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 7 (1), 50-61.

7.      Risminawat,Nurul Fadhila. (2016). Persepsi Guru Terhadap Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Muhammadiyah. Profesi Pendidikan Dasar, 3(1), 58-65.

8.      Sofyan ,Herminarto, dan Kokom Komariah. (2016).  Pembelajaran Problem Based Learning dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6 (3), 260-271.

9.      Tukinem, dan Hendro Widodo. (2019).  Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama di SD Muhammadiyah Pakem. Jurnal Ilmiah Kependidikan, XIII (1), 95-107.

10.  Wahyudin. (2018). Optimasi Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Kependidikan, 6 (2), 249-265

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *