Review 10 Artikel Jurnal Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

Model pembelajaran terpadu memiliki sepuluh model yaitu, model penggalan (fragmented), model keterhubungan, metode sarang (nested), model urutan (sequenced), model bagian (shared), model jaring laba-laba (webbed), model galur (threaded), model keterpaduan (integrated), model celupan (immersed) dan model jaringan (network); Pembelajaran bahasa Indonesia ditekankan pada pembelajaran berbicara menyimak, menulis, dan membaca

Penelitian dan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik dalam Kurikulum 2013

Penelitian menemukan bahwa implementasi kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Sapen dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan gradasi berat atau ringannya kondisi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologis. Penerapan kurikulum 2013 pada anak ABK di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta ini dapat dibilang efektif karena dalam penerapan ini anak benar-benar aktif serta berkreasi dalam proses pembelajaran. Dalam penerapan kurikulum 2013 juga tidak langsung dibebankan kepada anak, jadi penerapan ini dilakukan secara bertahap, agar anak tidak merasa terbebani oleh pembelajaran yang sudah direncanakan dan anak dapat memilih apa tema serta pembelajaran apa yang ingin dipelajarinya. Dalam penerapan kurikulum ini proses pembelajaran anak ABK di gabung dengan anak reguler jadi dalam proses pembelajaran ini ada tahap persiapan di mana anak-anak ABK

10 Model Pembelajaran Terpadu

Ada banyak sekali bentuk strategi yang dapat diterapkan guru dalam melaksanakan model pembelajaran terpadu (model pembelajaran tematik). Di antaranya Model-model Pembelajaran Terpadu, adalah sebagai berikut:   1. Model terpisah (fragmented) Pada jenis ini, berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan terpisah dipadukan. Kelemahan strategi ini adalah Read More

Implementation of Integrative Thematic Learning in the 2013 Curriculum at SDN Timbulharjo Bantul Yogyakarta

Kegiatan observasi mahasiswa sekalgus sebagai praktikan mahasiswa pascasarjana dan guru di SD Negeri Timbulharjo Bantul Kota Yogyakarta. Hasil praktik pembelajaran tematik integratif yang dilakukan merupakan gambaran secara kualitatif karena belum didukung data secara empirik namun beberapa temuan dapat dijadikan langkah untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran di SD yang bersangkutan. Praktik pembelajaran dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari enam mahasiswa Pendidikan Dasar PPs UNY