Pentingnya Aktivitas Fisik Untuk Meningkatkan Fungsi Eksekutif Anak Sekolah

Keberhasilan akademis di sekolah abad ke-21 kita semakin terkait dengan penguasaan fungsi eksekutif menggunakan strategi di lima area fungsi eksekutif utama: mengorganisasi, memprioritaskan, shifting/fleksibilitas berpikir, akses memori kerja, dan pemantauan diri/pengecekan diri. Executive Function atau fungsi eksekutif mengacu pada sekelompok proses neurokognitif yang terlibat dalam pengendalian pikiran, emosi, dan perilaku secara sadar dan penuh usaha

Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah

Hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Menggali dan melestarikan berbagai unsur kearifan lokal, tradisi dan pranata lokal, termasuk norma dan adat istiadat yang bermanfaat dan dapat berfungsi efektif dalam pendidikan karakter, sambil melakukan kajian dan pengayaan dengan kearifan-kearifan bar

10 Artikel Ilmiah Untuk Topik Penelitian Pembelajaran Inklusif

Pembelajaran PDBK selama pandemik COVID-19 sebagai berikut;
(1) para GPK telah menyiapkan perangkat pembelajaran terutama Program pembelajaran individual,
(2) pembelajaran luring di kelas dan ruang sentra fokus pada pengembangan life skill PDBK,
(3) konten belajar sama dengan sebelum pandemik,
(4) pembelajaran daring dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan whatsapp, dan
(5) proses penilaian hasil belajar menggunakan google form dan worksheet terkait aktivitas belajar PDBK.

Naziya, Seorang Siswa Tunarungu Yang Punya Cita-cita Jadi Dokter

Naziya (bukan nama sebenarnya) merupakan anak berusia 8 tahun, yang memiliki kelainan dalam kemampuan pendengarannya atau biasa dikenal dengan istilah Tunarungu. Kelainan yang dialami oleh Naziya mulai disadari ketika berusia 5 tahun tepatnya pada tahun 2017. Sejak Naziya mulai belajar berbicara, cara berbicaranya berbeda dengan anak seusianya. Namun sang ibu berpikir bahwa itu merupakan hal yang wajar karena pada saat itu Naziya dan orang tuanya tinggal di daerah Papua yang cukup terpencil sehingga menyebabkan kurangnya kegiatan sosialisasi di lingkungan tersebut pada saat itu.