Hikmah Belajar Saat Pandemi Covid-19

Beberapa waktu lalu saya sempat mewawancarai salah satu guru di SD Amaliah mengenai pembelajaran daring, beliau menjelaskan hal-hal yang terjadi pada siswa SD Amaliah selama pembelajaran daring berlangsung. Beliau mengajar menggunakan metode ceramah melalui aplikasi zoom, power point dan kinemaster. Beliau mengeluhkan kendala jaringan, anak-anak yang mencoret-coret power point ketika beliau sedang mengajar, tidak bisa menyentuh anak secara langsung karena jika ada siswa yang kesulitan mereka tidak bebas untuk bertanya dan beliau pun kesulitan untuk memberi penjelasan kepada siswa yang kesulitan tersebut. Hasil belajar siswa pada saat pandemi Covid-19 ini pun berubah, siswa yang pada saat tatap muka nilai nya selalu kurang tetapi saat pandemi ini nilainya menjadi bagus.

Biasanya anak-anak yang nilainya bagus adalah anak-anak yang lebih diperhatikan oleh orang tua nya, tetapi anak yang nilainya kurang bagus berarti anak tersebut tidak bisa tetapi tetap berusaha mengerjakan sendiri atau anak tersebut kurang diperhatikan oleh orang tua nya. Beliau mengetahui siswa yang mengerjakan tugasnya dengan jujur yaitu dengan cara bertanya pada saat pembelajaran melalui zoom, jika siswa tersebut ketika ditanya menjawab dengan benar berarti siswa tersebut mengerjakan tugas tersebut dengan jujur tetapi jika siswa tersebut ditanya tidak bisa menjawab tetapi nilai nya selalu bagus bisa jadi yang mengerjakan tugas nya adalah orang tua nya.

Pandemi Covid-19 ini berlangsung banyak perubahan pergaulan dari siswa, karena biasanya para siswa belajar di sekolah pada saat pandemi ini mereka belajar di rumah, pergaulan nya menjadi kurang terkontrol. Dari segi bahasa mereka menjadi terpengaruh dengan bahasa-bahasa yang negatif, beliau sebagai guru selalu mengingatkan untuk menjaga bahasa dengan baik walaupun pembelajaran dilakukan secara daring. Beliau juga memberikan aturan pada saat zoom berlangsung agar siswa tidak seenaknya ketika pembelajaran berlangsung.

Hambatan pembelajaran daring ini juga sangat berpengaruh karena guru tidak bisa memantau secara langsung. Jarak yang jauh yang menyulitkan para guru untuk memantau, maka dari itu beliau melalui komunikasi dengan orang tua siswa tersebut. Pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua,” ujar Mendikbud. “Saat ini kita sedang melalui krisis Covid-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita diseluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita dapat mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang kita terapkan saat ini dan setelahnya,” demikian disampaikan Mendikbud dalam sambutannya pada upacara peringatan Hardiknas 2020 di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Hikmah yang bisa dipetik dari wabah ini, Mendikbud melanjutkan yakni bisa membangunkan kesadaran bagi orang tua bahwa tugas guru itu sangat sulit. Sehingga dengan kejadian ini akan menumbuhkan rasa empati orang tua kepada guru. “Guru, siswa dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan suatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja”. Untuk itu, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan, Mendikbud mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu berinovasi di tengan Pandemi Covid-19. “Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi.

Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” ujar Mendikbud Nadiem Makarim. Allah SWT tidak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuan, di balik kesulitan pasti akan ada kemudahan. Dari pandemi ini saya banyak belajar untuk memahami kehidupan, belajar untuk terus bersabar, belajar untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, belajar menerima segala yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga Pandemi Covid-19 ini bisa menjadikan diri kita lebih dekat dengan Allah SWT dan senantiasa beribadah kepada-Nya (Adinda Salwa Fajriati, mahasiswa PGSD FKIP UNIDA Bogor Angkatan 2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *