Pentingnya Aktivitas Fisik Untuk Meningkatkan Fungsi Eksekutif Anak Sekolah

Keberhasilan akademis di sekolah abad ke-21 kita semakin terkait dengan penguasaan anak-anak atas berbagai keterampilan yang bergantung pada penggunaan strategi fungsi eksekutif menggunakan strategi di lima area fungsi eksekutif utama: mengorganisasi, memprioritaskan, shifting/fleksibilitas berpikir, akses memori kerja, dan pemantauan diri/pengecekan diri. Executive Function atau fungsi eksekutif mengacu pada sekelompok proses neurokognitif yang terlibat dalam pengendalian pikiran, emosi, dan perilaku secara sadar dan penuh usaha. Lebih khusus lagi, EF mencakup memori kerja, perhatian eksekutif, fleksibilitas mental, dan penghambatan (Diamond, 2013) [1].

Beberapa hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa fungsi eksekutif dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang dilakukan secara mandiri atau terbimbing dengan kesiapan kurikulum dan metode pelatihan dari guru. Bahwa hasil aktivitas fisik ini sangat signifikan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak, perkembangan sistem koordinasi, memori kerja otak, perhatian, dan kewaspadaan, serta keterampilan motorik kasar dan halus.

Fungsi eksekutif adalah dasar untuk perkembangan kognitif. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa keterampilan motorik kasar dan aktivitas fisik berkaitan dengan fungsi eksekutif. Namun, bukti untuk hubungan ini di tahun-tahun prasekolah, serta di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah masih kurang. Aktivitas fisik tidak dikaitkan dengan penghambatan dan pergeseran tetapi dikaitkan secara negatif dengan memori kerja. Hasil ini menguraikan basis bukti yang berkembang yang menghubungkan fungsi eksekutif dan keterampilan motorik kasar di tahun-tahun awal, dan ini adalah yang pertama untuk melihat asosiasi spesifik dari lokomotor dan keterampilan kontrol objek dengan fungsi eksekutif dalam konteks Afrika Selatan (di negara pendapatan rendah dan menengah) [2].

Meningkatnya literatur telah muncul menyelidiki pentingnya mempertimbangkan karakteristik kualitatif intervensi aktivitas fisik (PA) dan olahraga serta mempertimbangkan peran kompetensi motorik dalam interaksi latihan-kognisi. Kelompok pendidikan jasmani terlibat dalam keterampilan bola, pola lokomotor, olahraga tim, dan bergerak melalui stasiun dalam kelompok kecil, tanpa penekanan pada ritme [3]. menguji hubungan individu dan gabungan antara waktu menetap setelah sekolah (ST) dan aktivitas fisik harian (PA) dengan perkembangan fungsi eksekutif pada anak. ST rendah dan PA tinggi berhubungan positif dengan perkembangan fungsi eksekutif pada anak. Khususnya, anak-anak dengan ST tinggi dan PA tinggi menunjukkan defisit yang lebih signifikan dalam fungsi eksekutif dibandingkan mereka dengan ST rendah dan PA rendah, menunjukkan bahwa upaya intervensi harus fokus pada pengurangan ST selain mempromosikan PA [4].

Fungsi motorik dan kognitif anak berkembang pesat selama masa kanak-kanak. Aktivitas fisik dan fungsi eksekutif terkait erat selama periode perkembangan yang penting ini, dengan intervensi aktivitas fisik yang secara konsisten terbukti bermanfaat bagi fungsi eksekutif anak-anak.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga tim menunjukkan fungsi eksekutif yang superior dibandingkan dengan anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga kecepatan mandiri dan non-atlet. Yang penting, anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga kecepatan sendiri tidak mengungguli non-atlet dalam hal fungsi eksekutif [5]. Kinerja yang buruk dalam beberapa ukuran fungsi eksekutif pada anak-anak dengan gangguan pengembangan sistem koordinasi menekankan perlunya intervensi khusus tugas motorik / eksekutif [6].

Studi penelitian terkontrol secara acak ini mengeksplorasi kehandalan, kelayakan, dan penerimaan pelatihan fungsi eksekutif (EFT) untuk anak-anak prasekolah dengan ADHD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, ketepatan visual-motorik (p = 0,024), status diagnostik ADHD (p = 0,01), dan gejala menantang oposisi (p = 0,023) meningkat secara signifikan pada anak-anak prasekolah. Langkah selanjutnya adalah memperpanjang waktu program dan memberikan latihan aktivitas yang lebih sering antara anak-anak dan terapis dan/atau orang tua, untuk meningkatkan efektivitas [7].

Penelitian yang hampir sama dengan membandingkan efek dari aktivitas fisik dan intervensi kontrol pada anak ADHD, setengah dari anak-anak dari masing-masing kelompok (25 peserta) mengambil bagian dalam sesi aktivitas fisik yang cukup intens selama 20 menit pada 60-80% dari detak jantung maksimum mereka, saat menonton video kartun. Dalam kondisi kontrol, separuh anak lainnya (25 peserta) dari masing-masing kelompok menonton video kartun yang sama selama 20 menit sambil duduk. Aktivitas fisik dibandingkan dengan kondisi kontrol hanya menonton video memiliki pengaruh positif yang signifikan pada 2 dari 15 parameter yang diukur dalam tugas kewaspadaan dan perhatian terbagi untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol [8].

Selanjutnya gangguan dalam keterampilan motorik kasar dan halus serta fungsi eksekutif terbukti sejak usia dini pada individu dengan gangguan spektrum autisme (ASD), kelompok intervensi secara signifikan meningkatkan kemampuan keterampilan motorik (yaitu, komposit motorik total BOT-2 dan tiga komposit area motor) dan EF (yaitu, komposit EF global BRIEF dan tiga indeks EF) (p <0,05; d> 0,84). Temuan ini mendukung kehandalan Pelatihan Multilateral untuk membantu anak-anak dengan ASD dengan gejala fisik dan kognitif / perilaku [9].  Berikut ini hasil pemetaan selanjutnya bagi para peneliti di masa depan berdasarkan aplikasi vosviewer.

 Daftar Pustaka:

[1]  S. Rahimi-Golkhandan, B. Steenbergen, J. P. Piek, K. Caeyenberghs, and P. H. Wilson, “Revealing hot executive function in children with motor coordination problems: What’s the go?,” Brain Cogn., vol. 106, pp. 55–64, 2016, doi: 10.1016/j.bandc.2016.04.010.

[2]  C. J. Cook et al., “Associations of physical activity and gross motor skills with executive function in preschool children from low-income South African settings,” Dev. Sci., vol. 22, no. 5, pp. 1–13, 2019, doi: 10.1111/desc.12820.

[3]  S. Vazou, B. Klesel, K. D. Lakes, and A. Smiley, “Rhythmic Physical Activity Intervention: Exploring Feasibility and Effectiveness in Improving Motor and Executive Function Skills in Children,” Front. Psychol., vol. 11, no. September, pp. 1–14, 2020, doi: 10.3389/fpsyg.2020.556249.

[4]  X. Zeng et al., “Association of Sedentary Time and Physical Activity With Executive Function Among Children,” Acad. Pediatr., vol. 21, no. 1, pp. 63–69, 2021, doi: 10.1016/j.acap.2020.02.027.

[5]  S. De Waelle, F. Laureys, M. Lenoir, S. J. Bennett, and F. J. A. Deconinck, “Children Involved in Team Sports Show Superior Executive Function Compared to Their Peers Involved in Self-Paced Sports,” Children, vol. 8, no. 4, p. 264, 2021, doi: 10.3390/children8040264.

[6]  R. F. Sartori, N. C. Valentini, and R. P. Fonseca, “Executive function in children with and without developmental coordination disorder: A comparative study,” Child. Care. Health Dev., vol. 46, no. 3, pp. 294–302, 2020, doi: 10.1111/cch.12734.

[7]  L. Shuai et al., “Executive Function Training for Preschool Children With ADHD: A Randomized Controlled Trial,” J. Atten. Disord., 2020, doi: 10.1177/1087054720956723.

[8]  M. Miklós, D. Komáromy, J. Futó, and J. Balázs, “Acute physical activity, executive function, and attention performance in children with attention-deficit hyperactivity disorder and typically developing children: An experimental study,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 17, no. 11, pp. 1–27, 2020, doi: 10.3390/ijerph17114071.

[9]  G. Greco, “Multilateral Training Using Physical Activity And Social Games Improves Motor Skills And Executive Function In Children With Autism Spectrum Disorder,” Eur. J. Spec. Educ. Res., vol. 5, no. 4, pp. 26–42, 2020, doi: 10.5281/zenodo.3712294.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *