Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah

Hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Menggali dan melestarikan berbagai unsur kearifan lokal, tradisi dan pranata lokal, termasuk norma dan adat istiadat yang bermanfaat dan dapat berfungsi efektif dalam pendidikan karakter, sambil melakukan kajian dan pengayaan dengan kearifan-kearifan baru. Mengacu pada teori Social Learning, bahwa sesungguhnya budaya merupakan pola perilaku yang dipelajari, artinya bahwa masyarakat pun dapat “tidak belajar untuk keras” dapat dimaknai mempunyai karakter yang baik walaupun tidak melalui pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses sadar yang dilakukan kepada peserta didik guna menumbuhkan dan mengembangkan jasmani maupun rohani secara optimal untuk mencapai tingkat kedewasaan.

Bidang pendidikan hingga saat ini lebih cenderung mementingkan capaian kompetensi akademik ketimbang capaian kompetensi karakter. Untuk itu, usulan adanya pendidikan karakter yang teraktualisasikan secara integralistik sebagai wahana sistemik pengembangan kecerdasan moral (building moral intelligence), perlu mendapat dukungan berbagai pihak dalam menghasilkan luaran peserta didik yang memiliki kompetensi kecerdasan plus moral. Terdapat faktor internal dan eksternal penyebab terjadinya perilaku menyimpang peserta didik. Secara internal, kurangnya pengendalian diri akibat melemahnya pemikiran untuk memahami dan menyikapi konsekuensi logis perilaku menyimpang. Sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh (1) media sosial, (2) peran orang tua; (3) lingkungan kehidupan masyarakat terutama teman sebaya (4) peran dan kebijakan pemerintah. Faktor lingkungan keluarga dan masyarakat pun ikut mempengaruhi kecerdasan moral peserta didik.

Peran orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan anak karena hubungan antara anak dan orang tua berlangsung sepanjang masa. Peningkatan pendidikan karakter di sekolah dilakukan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Upaya mewujudkan peradaban bangsa melalui pendidikan karakter bangsa tidak pernah terlepas dari lingkungan pendidikan baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Namun lembaga pendidikan, yakni sekolah disetiap jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dapat memegang kunci utama penanaman karakter dan akhlak peserta didik.

Selanjutnyan dukungan dari lingkungan masyarakat harus turut andil dalam memfasilitasi perkembangan nilai-nilai karakter yang positif peserta didik sehingga proses dan hasil dari interaksi peserta didik dan masyarakat dapat menunjang perkembangan secara individu setiap peserta didik. Masyarakat perlu dilibatkan dalam membangun pendidikan karakter melalui lembaga sekolah di Indonesia. 

Diskursus tentang pendidikan senantiasa dikaitkan dengan upaya pembentukan  karakter. Pada sisi lain, karakter akan terbentuk oleh berbagai faktor yang ada, dan di antaranya adalah prinsip, desain, strategi, dan model belajar yang dipengaruhi lingkungan sekolah. Adapun pendidikan seni tari dan membelajarkan sastra dapat membantu pembentukan karakter peserta didik di sekolah. Pendidikan seni tari yang berbasis pada kearifan lokal dapat dijadikan alternatif pembelajaran di sekolah dalam membangun karakter bangsa, dengan (1) Melahirkan generasi- generasi yang kompeten dan bermartabat; (2) Merefleksikan nilai- nilai budaya; Berperan serta dalam membangun karakter bangsa; (3) Ikut berkontribusi demi terciptanya identitas bangsa; dan (4) Ikut andil dalam melestarikan budaya bangsa. Secara hakiki sastra merupakan media pencerahan mental dan intelektual peserta didik yang menjadi bagian terpenting di dalam pendidikan karakter, seperti kebangkitan suatu bangsa ke arah yang lebih baik, penguatan rasa cinta tanah air, serta sumber inspirasi dan motivasi kekuatan moral bagi perubahan sosial budaya melalui kegiatan literasi sehingga budaya baca berkembang.

18 thoughts on “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah

  1. Adjie Ramdani says:

    Mengembangkan karakter peserta didik disekolah sangat membantu terbentuknya generasi generasi yang lebih baik. Peran sekolah juga bisa menjadikan peserta didik lebih ter arah dan tidak melenceng dari sikap yang tidak baik.

  2. Adjie Ramdani says:

    Mengembangan karakter peserta didik disekolah sangat membantu terbentuknya generasi generasi yang lebih baik. Peran sekolah juga bisa menjadikan peserta didik lebih ter arah dan tidak melenceng dari sikap yang tidak baik. Begitu juga dilingkungan keluarga peran orang tua sangat penting dalam perkembangan peserta didik.

  3. Siti Nur Aisyah says:

    Pengembangan karakter perlu di tanamakan sejak dini kepada Anak mengapa demikian karena pada hakikatnya orang yang pintar mungkin banyak namun orang yang berkarakter itu cukup susah untuk di dapatkan oleh karenanya disinilah peran orang tua,guru, masyarakat, dan lingkungnalah yang berperan penting dalam menanamkan nilai nilai karakter kepada anak

    sebab di zaman sekarang karakteristik pada anak telah hilang mereka lebih condong memikirkan yang penting saya bisa urusan karakter itu gimana nanti padahal itu salah penananaman karakter harus terlebih daulu di ajarkan agar kedepanya seoarang anak bisa lebih mudah dalam memahami suatu ilmu

    semakin bagus karakter seoarang anak maka akan mudah juga ia dalam menerima ilmu namun sebaliknya jika jelek karakter seoarang anak maka akan susah juga ia dalam menerima ilmu

  4. Adjie Ramdani says:

    Mengembangan karakter peserta didik disekolah sangat membantu terbentuknya generasi generasi yang lebih baik. Peran sekolah juga bisa menjadikan peserta didik lebih ter arah dan tidak melenceng dari sikap yang tidak baik.

  5. Siti Uswatun Khasanah says:

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya Siti Uswatun Khasanah dengan NIM F.2010474, Izin ingin memberikan komentar dan pendapat tentang artikel yang berjudul “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah”

    Pendidikan merupakan suatu proses sadar yang dilakukan kepada peserta didik guna menumbuhkan dan mengembangkan jasmani maupun rohani secara optimal untuk mencapai tingkat kedewasaan.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa dasar pendidikan merupakan dasar pengetahuan bangsa Indonesia yang tidak pernah berhenti untuk menyelenggarakan progam pendidikan dalam keadaan bagaimanapun juga.

    Bidang Pendidikan hingga saat ini lebih cenderung mementingkan capaian kompetensi akademik ketimbang capaian karakter, oleh karenanya diperlukn pendidikan karakter, karena pendidikan tidak cukup hanya dengan pengetahuan yang tinggi saja, perlunya pendidikan untuk pembentukan karakter yang erat kaitannya dengan pola berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

    Upaya mewujudkan peradaban bangsa melalui pendidikan karakter tidak pernah terlepas dari lingkungan pendidikan baik didalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Diskursus tentang pendidikan senantiasa dikaitkan dengan upaya pembentukan karakter. Pada sisi lain, karakter akan terbentuk oleh berbagai faktor yang ada, dan diantaranya adalah prinsip , desaian, strategi, dan model belajar yang dipengaruhi lingkungan sekolah. Secara hakiki sastra merupakan media pencerahan mental dan intelektual peserta didik yang menjadi bagian terpenting di dalam pendidikan karakter, seperti kebangkitan suatu bangsa ke arah yang lebih baik, penguatan rasa cinta tanah air, serta sumber inspirasi dan motivasi kekuatan moral bagi perubahan sosial budaya melalui kegiatan literasi sehingga budaya baca berkembang.

    • Ibank_maulana says:

      Karna pendidikan pertama seorang anak itu adalah seorang ibu jika kalau seorang ibu menuntun seorang anak itu mengikuti akhlaknya baginda nabi muhammad saw. Sudah pasti akhlaknya baik karna peran orang tua itu sangatlah besar begitu juga tugasnya guru hanya memberi mengamal ilmu dan mencontohkan ahklakul karimah yang di baginda nabi muhammad saw. Pada hakikatnya seorang orang tuanya memberikan nafkah dzohirnya saja sedang nafkah bathinnya ada seorang guru ,niscaya di indonesia hal yang di pentingkannya adalah ini akhlakul karimah di mana pun mereka berada tetap akan berbudi pengerti luhur peran masyarakat menjaga hak tetangga kepada tetangga lain menjung_jung tinggi persaudara umat islam sehingga nanti yg terlahir adalah umat umat yg di banggakan nabi muhammad
      Kalau sudah terlahir seperti apa yg di paparkan dia atas maka tidak ada lagi yg namanya saling mencaci memaki berbohong mencuri pelecehan seksual dan lain sebagai .
      Karna karakter peserta didik di zaman era di gital ini sudah melupakan tidak atau siapa baginda nabi muhammad saw. Bagamana sirohnya baginda nabi muhammad saw.sedangkan di al-quran di jelaskan baginda nabi muhammad di turunkan untuk menyempurnakan akhlakul karimah. Zaman sekarang ini para orang tua dan guru masyarat yg kurang memperhatikan hal itu

  6. Patimah says:

    Saya sangat tertarik sekali mengenai pembahasan ini karena banyak sekali anak-anak dini hingga remaja kemudian tumbuh dewasa memiliki karakter yang berbeda,apalagi di zaman sekarang pun mungkin kita ketahui bersama bahwa banyak sekali faktor buruk seseorang bahkan terhadap anak kecil yang masih tidak tahu bagaimana berprilaku sopan santun terhadap sesama teman sebaya,orang tua,guru,ataupun teman di bawah dia.

    Hal itu mungkin faktor dari diri dia sendiri yang masih belum sadar akan apa itu arti dari pentingnya akhlak dalam diri kita masing-masing, ataupun itu bisa aja terjadi seiring kebiasaan kita,meniru teman-teman yang lain,dengan banyaknya penyala gunaan sosial media di masa saat ini.Dan pastinya yang paling berperan aktif itu adalah orang tua dimana ketika nanti kita menjadi orang tua harus paham betul karakter apa yang sebenarnya anak kita miliki agar apa?agar kita bisa tahu bagaimana iya berinteraksi terhadap orang lain dengan memiliki akhlak yang baik.

    Dia atas juga sudah dijelaskan bahwa ” Bidang pendidikan hingga saat ini lebih cenderung mementingkan capaian kompetensi akademik ketimbang capaian kompetensi karakter ” Jika kita sadar dengan kalimat yang di kutip tersebut bahwa pengembangan karakter tersebut dapat di kembangkan oleh kita sendiri dan peran lainnya adalah orang tua,saudara dekat, sahabat kita kemudian kita sebagai calon guru.Agar tidak hanya kompetensi akademik saja yang di utamakan namun karakteristik dalam diri pun patut kita utamakan agar kelak dapat menjadi anak yang pintar serta berakhlakul Karimah.

  7. Dhea Amalia novia says:

    Artikel ini menjelaskan bahwa hakikat pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pendidikan nilai. yaitu pendidikan nilai” luhur, budaya, pranata lokal, dan adat istiadat yang sangat bermanfaat dalam pendidikan karakter seseorang.
    Mengacu pada teori Social Learning, bahwa sesungguhnya budaya merupakan pola perilaku yang dipelajari, artinya bahwa masyarakat pun dapat “tidak belajar untuk keras” dapat dimaknai mempunyai karakter yang baik walaupun tidak melalui pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses sadar yang dilakukan kepada peserta didik guna menumbuhkan dan mengembangkan jasmani maupun rohani secara optimal untuk mencapai tingkat kedewasaan.

    Kekurangan dari sistem pendidikan saat ini adalah lebih mementingkan capaian kompetensi akademik dibandingan capaian karakter. Yang mana hal ini membuat banyak rakyat Indonesia yang pintar akan tetapi tidak mempunyai karakter yang baik.
    Disinipun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi karakter anak ada beberapa faktor. Yaitu keluarga, sekolah, lingkungan sekitar. Yang mana faktor-faktor tersebut apabila tidak menciptakan nilai karakter yang baik maka akan membuat karakter anak tersebut tidak baik pula.

    Jadi sebaiknya sistem pendidikan di Indonesia harus seimbang antara pendidikan kompetensi akademik dan pendidikan karakter. Agar bisa mengeluarkan lulusan-lulusan yang bukan hanya mahir akademiknya, akan tetapi berkarakter baik dan dapat dipercaya apabila diberi amanat

  8. Titi suliyati Khofifah says:

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya Titi suliyati Khofifah, Izin ingin memberikan pendapat tentang artikel yang berjudul “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah”

    Pembentukan karakter sangat penting dilakukan pada setiap anak. Selain berdampak pada anak itu sendiri, juga berdampak pada negara. Dimana karakter setiap masyarakat sangat menentukan kualitas suatu negara. Selain itu, karakter juga bisa menentukan masa depan suatu negara.
    Dalam membentuk karakter sangatlah tidak mudah. Diperlukan cara tersendiri untuk mengatasinya. Salah satunya dengan cara memasukkan pendidikan karakter di setiap mata pelajaran pada anak. Selain pendidikan karakter, peran dari orang tua merupakan hal terpenting terbentuknya karakter yang baik dari setiap anak. Orang tua harus memperhatikan lingkungan, pergaulan dan masyarakat tempat anak itu tinggal. Hal itu perlu dilakukan karena ketiga faktor itu sangat mempengaruhi kepribadian atau karakter dari anak.
    Di Indonesia banyak permasalahan yang diakibatkan oleh kurangnya pembentukan karakter. Salah satu contohnya di Jakarta, banyak anak terlibat dalam tawuran yang menyebabkan banyak korban, penyalahgunaan obat-obatan, miras dan lain-lain. Itu semua di sebabkan karena tidak adanya penanaman nilainilai akhlak, moral dan budi pekerti pada anak, sehingga anak akan bertindak semaunya sendiri tanpa memikirkan dampak akibat perbuatannya.

  9. Nisa Asilmi Dewi says:

    Assalamu’alaikum..
    Menurut saya…Artikel
    “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah” ini
    Sangatlah baik karena didalamnya terdapat upaya pendidikan memperbaiki moral anak agar menjadi lebih baik lagi, yang disebabkan bebeapa faktor diantaranya yaitu sosialmedia, keluarga, masyarakat, lingkuan dan lain-lain.

    Saya hanya sedikit memberi masukan saja tanpa mengurangi rasa hormat saya, bagaimana jika ingin anak berkarasteristik baik dan bermoral baik dimasukan ke pesantren saja, atau sistem dipendidikan umum dibentuk seperti sistem disiplin pesantren modern. Karena yang saya tahu dipesantren modern elektronik sangat dilarang keras digunakan oleh peserta didik, jadi bisa meminimalisir anak dalam sosial media, masyarakat dan pergaulan bebas.

    Terimakasih 🙏🏻

  10. Siti juriah ermawati says:

    Izin berpendapat tentang artikel yang berjudul “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah”

    Karna seseorang yang berkarakter itu sangatlah susah , berbeda dengan seseorang yang pintar, maka dari itu ketiga aspek ruanglingkup mulai dari sudut pendidikan sekolah, Keluarga dan Lingkungan masyarakat sekitarnya ini amat sangat penting kenapa ?

    Ya karena mulai merosotnya karakter bangsa kita terutama generasi mudanya, tentu ini disebabkan banyak faktor . Nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa SD sampai SMA itukan mencakup: Karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab.
    Sehingga Latar belakang pemerintah menekankan pendidikan karakter di kurikulum saat ini dianggap langkah yang tepat untuk menanggulangi permasalahan moral atau karakteristik generasi saat ini .

  11. Een Suhartini says:

    Pendidikan merupakan salah satu harapan untuk dapat mengubah kehidupan seseorang. Berubah dalam hal pengetahuan maupun karakter. Bidang pendidikan hingga saat ini lebih cenderung mementingkan capaian kompetensi akademik ketimbang capaian kompetensi karakter. Untuk dapat menerapkan pendidikan karakter ini butuh dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, dan lingkungan. Ketika anak memiliki pribadi yang baik karena telah ditanamkan nilai-nilai moral yang baik oleh orang tuanya maka ketika masuk dalam lingkungan seperti sekolah atau lingkungan, nilai-nilai tersebut akan terus ada. Adanya lingkungan yang baik maka perkembangan karakter anak juga akan mengikuti nilai-nilai yang ada didalam masyarakat. Sekolah mengajarkan nilai-nilai moral yang dapat menumbuhkan peserta didik yang berkarakter. Dengan adanya kerjasama antara beberapa pihak maka karakter yang baik akan terus tumbuh dalam diri peserta didik. Diharapkan dengan adanya pendidikan karakter ini dapat meningkatkan kecerdasan moral peserta didik. Ada berbagai cara untuk mencapai hal tersebut, salah satunya dengan pendidikan seni. Pendidikan seni yang berbasis pada kearifan lokal dapat menjadi alternatif disekolah dalam membangun karakter bangsa.

  12. Melanie Hartati says:

    Pada dasarnya pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan mapun tidak melalui pendidikan. Namun lembaga pendidikan, yakni sekolah disetiap jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK dapat memegang kunci utama penanaman karakter dan akhlak peserta didik. Akan tetapi, hingga saat ini dunia pendidikan cenderung mengutamakan capaian kompetensi akademik dibandingkan capaian kompetensi karakter. Oleh sebab itu, pengembangan kecerdasan moral memerlukan dukungan penuh dari berbagai pihak agar peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi kecerdasan saja tetapi juga dengan moralnya. Faktor lingkungan keluarga dan masyarakat berpengaruh terhadap kecerdasan moral peserta didik. Dimana orangtua memiliki pengaruh sangat besar karena hubungan orangtua dan anak berlangsung sepanjang masa. Selain itu, masyarakat pun harus turut andil dala perkembangan nilai nilai karakter yang positif . Semakin baik penanaman nilai karakter kepada peserta didik, baik oleh pihak keluarga, sekolah mapun masyarakat semakin baik pula karakter yang akan dimiliki peserta didik.

  13. Siti juriah ermawati says:

    Izin berpendapat tentang artikel yang berjudul “Refleksi Pengembangan Pendidikan Karakter Peserta Didik Di Sekolah”

    Karna seseorang yang berkarakter itu di
    Era sekarang sangatlah susah , maka dari itu ketiga aspek ruanglingkup mulai dari sudut pendidikan sekolah, sepeti dari seorang guru yang menanamkan sikap karakter yang baik dan berintegritas, beradab sehingga ruang lingkup sekolah ini sudah tidak heran lagi untuk diamanahi mendidik nya, dan juga ruang lingkup Keluarga, karna pendidikan pertama bagi seorang anak itu berada pada ruang lingkup keluarganya itu sendiri dan di dalam ruang Lingkungan masyarakat pun ikut andil dalam hal tersebut sehingga sangat berpengaruh disekitarnya sehingga ini amat sangat penting kenapa ?

    Ya karena mulai merosotnya karakter bangsa kita terutama generasi mudanya, tentu ini disebabkan banyak faktor . Nilai-nilai pendidikan karakter bagi siswa SD sampai SMA itukan mencakup: Karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab.
    Sehingga Latar belakang pemerintah menekankan pendidikan karakter di kurikulum saat ini dianggap langkah yang tepat untuk menanggulangi permasalahan moral atau karakteristik generasi saat ini .

  14. Desti Agustin says:

    Pengembangan karakter memang sangat penting bagi anak-anak. Pendidikan karakter anak sangatlah penting yang dapat dimulai dari usia dini yang bisa mengakar pada jiwa sang anak, pembentukan karakter harus dengan penyampaian yang benar agar terwujud nya pembiasaan yang baik dari mulai anak anak sampai sudah dewasa. Karakteristik seseorang pasti sudah jelas berbeda beda tergantung bagaimana cara penyampaian nya tersebut. Maka dari itu penting sekali penanaman karakter di sekolah sekolah dimulai dari yang paling awal yaitu TK atau SD, Peran guru lah yang sangat penting bagi pengembangan karakteristik peserta didik disekolah diluar dari lingkungannya namun banyak juga pendidikan yang hanya melihat dari aspek intelektual tanpa memperhatikan aspek emosional dan spiritual nya saja banyak terjadi kenakalan kenakalan remaja disekolah. Maka dari itu disekolah lebih diajarkan pada nilai nilai keagamaan dan pendidikan atau pelajaran yang menjurus kepada karakter atau moral seseorang. karakter siswa harus dibentuk dari sedini mungkin agar lebih dan sudah faham tentang hal hal yang tidak sewajarnya dilakukan oleh anak sekolah. Dan yang penting juga yaitu peran orang tua yang turut andil dalam terbentuk nya karakteristik sang anak.

  15. Fadilah Az Zahra says:

    Perlu disadari bahwa yang namanya pendidikan anak itu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua, guru dan pendidik hanyalah sarana untuk membantu orang tua dalam mendidik anaknya dan untuk membentuk karakter yang baik dalam diri seseorang, perlu dibiasakan dengan hal-hal yang baik sejak sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan..

    Selanjutnya setelah itu tetap harus didukung dengan pendidikan yang memang menunjang untuk tumbuhnya karakter yang baik, yaitu pendidikan yang memang jelas kurikulumnya, yang tidak hanya mengedepankan akademik, namun juga sangat mengedepankan adab dan akhlak, tak lupa juga sebagai seorang muslim kita juga harus menjadikan pedoman dalam agama (Al-Quran dan Sunnah) sebagai landasan dalam hal apapun, termasuk dalam bidang pendidikan. Contohnya seperti pendidikan berbasis fitrah, karena Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya, maksudnya adalah karakter manusia itu awalnya diciptakan sebagai manusia yang baik, karena setiap bayi yang lahir ia dalam keadaan yang suci tanpa dosa.

    Maka menurut saya yang masih dalam proses belajar ini, sepertinya pendidikan dengan berbasis fitrah lebih efektif untuk diteprapkan, harapannya agar dapat meningkatkan kualitas karakter bangsa, karena memang mengacu pada karakter manusia itu sendiri.

  16. Fadilah Az Zahra says:

    Perlu disadari bahwa yang namanya pendidikan anak itu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua, guru dan pendidik hanyalah sarana untuk membantu orang tua dalam mendidik anaknya dan untuk membentuk karakter yang baik dalam diri seseorang, perlu dibiasakan dengan hal-hal yang baik sejak sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan..

    Selanjutnya setelah itu tetap harus didukung dengan pendidikan yang memang menunjang untuk tumbuhnya karakter yang baik, yaitu pendidikan yang memang jelas kurikulumnya, yang tidak hanya mengedepankan akademik, namun juga sangat mengedepankan adab dan akhlak, tak lupa juga sebagai seorang muslim kita juga harus menjadikan pedoman dalam agama (Al-Quran dan Sunnah) sebagai landasan dalam hal apapun, termasuk dalam bidang pendidikan. Contohnya seperti pendidikan berbasis fitrah, karena Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya, maksudnya adalah karakter manusia itu awalnya diciptakan sebagai manusia yang baik, karena setiap bayi yang lahir ia dalam keadaan yang suci tanpa dosa.

    Maka menurut saya yang masih dalam proses belajar ini, sepertinya pendidikan dengan berbasis fitrah lebih efektif untuk diteprapkan, harapannya agar dapat meningkatkan kualitas karakter bangsa, karena memang mengacu pada karakter manusia itu sendiri.

    Maaf pak baru memberikan responnya sekarang🙏

  17. Fadilah Az Zahra says:

    Perlu disadari bahwa yang namanya pendidikan anak itu sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua, guru dan pendidik hanyalah sarana untuk membantu orang tua dalam mendidik anaknya dan untuk membentuk karakter yang baik dalam diri seseorang, perlu dibiasakan dengan hal-hal yang baik sejak sedini mungkin, bahkan sejak dalam kandungan..

    Selanjutnya setelah itu tetap harus didukung dengan pendidikan yang memang menunjang untuk tumbuhnya karakter yang baik, yaitu pendidikan yang memang jelas kurikulumnya, yang tidak hanya mengedepankan akademik, namun juga sangat mengedepankan adab dan akhlak, tak lupa juga sebagai seorang muslim kita juga harus menjadikan pedoman dalam agama (Al-Quran dan Sunnah) sebagai landasan dalam hal apapun, termasuk dalam bidang pendidikan. Contohnya seperti pendidikan berbasis fitrah, karena Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya, maksudnya adalah karakter manusia itu awalnya diciptakan sebagai manusia yang baik, karena setiap bayi yang lahir ia dalam keadaan yang suci tanpa dosa.

    Maka menurut saya yang masih dalam proses belajar ini, sepertinya pendidikan dengan berbasis fitrah lebih efektif untuk diteprapkan, harapannya agar dapat meningkatkan kualitas karakter bangsa, karena memang mengacu pada karakter manusia itu sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *