Review 10 Artikel Jurnal Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu

A. Pendahuluan

(1) Pembelajaran Terpadu merupakan salah satu mata kuliah wajib tempuh oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mata kuliah ini tergolong dalam kompetensi pedagogik dan terdiri atas 2 SKS. (2) Pembinaan karakter siswa harus dilakukan secara dini di sekolah dasar, karena sekolah dasar merupakan periode pendidikan yang sangat penting untuk menentukan arah pengembangan potensi peserta didik. Sekolah dasar adalah lingkungan pendidikan formal pertama yang dialami oleh anak. Di sekolah dasar anak diperkenalkan dan ditanamkan dasar dasar nilai seperti kejujuran, kesusilaan, kesopanan, tata krama, budi pekerti, etika dan moral. 

(4) Pembelajaran terpadu yang dapat digunakan sebagai konsep deradikalisasi menurut Robin Fogarty dalam Buku How to Integrate The Curricula (Fogarty & Pete, 2009). Model pembelajaran terpadu memiliki sepuluh model yaitu, model penggalan (fragmented), model keterhubungan, metode sarang (nested), model urutan (sequenced), model bagian (shared), model jaring laba-laba (webbed), model galur (threaded), model keterpaduan (integrated), model celupan (immersed) dan model jaringan (network); Pembelajaran bahasa Indonesia ditekankan pada pembelajaran berbicara menyimak, menulis, dan membaca. 

(6)  Desain pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kualitas proses dan hasil  pembelajaran di kelas. (7) Konsep dan pelaksanaan pembelajaran inklusi masih bisa sangat bervariasi antara buku referensi, kementerian pendidikan, pusat program dan sekolah yang menggunakannya. 

(8) Keterampilan Berpikir Kritis adalah ide reflektif dan turunan yang difokuskan pada pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah; dan (10)  Proses pembelajaran gerak pada tingkat dasar merupakan media yang strategis untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

(3) Media pembelajaran merupakan  berbagai macam jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar walaupun bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perangsang kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar. (5) Hal penting yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dasar di era globalisasi dan sistem pendidikan di sekolah yang cenderung parsial telah menjadikan manusia-manusia Indonesia kurang mengapresiasi budayanya. 

B. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengenai pembelajaran terpadu yaitu; (1) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia yang efektif dan berkualitas untuk Kursus Pembelajaran Terpadu untuk siswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. (8) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembelajaran terpadu meliputi desain pembelajaran, proses belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran.

(5) Penelitian ini bertujuan untuk mencermati efektivitas mengajar guru, aktivitas belajar siswa, dan keterampilan menyimak dan berbicara siswa melalui penerapan model pembelajaran terpadu. (3) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat yang dikembangkan. (6) Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kajian sosial Model pembelajaran untuk siswa sekolah dasar yang dapat membantu mereka menguasai mata pelajaran penting sebagai upaya untuk meningkatkan apresiasi mereka terhadap budaya lokal, dengan menggunakan R&D; 

(7) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas desain pembelajaran terpadu berbasis core content pengembangan dari kurikulum 2013 SD. (4) Tujuan dari penelitian ini yaitu generasi muda memperoleh pengetahuan tentang bahaya radikalisme melalui muatan dalam mata pelajaran yang sesuai dan (9) mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode pembelajaran terpadu terhadap kemampuan berpikir kritis. 

(2) Tujuan penelitian adalah mengkaji dan mendeskripsikan pembelajaran terintegrasi sebagai salah satu pendekatan untuk membina karakter siswa, dan (10) menguji perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran terpadu terhadap peningkatan kemampuan motorik dasar dan mengetahui pengaruh kemampuan awal terhadap kedua pendekatan tersebut.

C. Metode Penelitian

Metode penelitian meliputi pembelajaran terpadu yaitu; Penelitian ini menggunakan metode Research and Development adalah pada artikel 1, 6. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif 2 dan 8. 

Penelitian ini kuantitatif ada pada artikel 3, 7, 9, dan 10. Selanjutnya Penelitian ini menggunakan metode studi literatur pada artikel 4 sedangkan metode yang digunakan pada penelitian PTK pada artikel 5.

D. Simpulan

Simpulan penelitian meliputi pembelajaran terpadu yaitu; (1) Hasil penelitian menunjukan bahwa produk multimedia yang dikembangkan dapat memotivasi belajar siswa, meningkatkan retensi, dan meningkatkan kemampuan belajar individu. (8) proses pembelajaran terpadu dilaksanakan dalam langkah kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, namun belum menunjukkan keterkaitan antar mata pelajaran.

 (2) Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran terpadu berperan penting dalam pembinaan karakter siswa di sekolah dasar. (4)  pembelajaran terpadu pendidikan dapat memperkuat nilai-nilai karakter bangsa generasi muda untuk mencegah dan laman radikalisme di sekolah.

(5) simpulan penelitian berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia di sekolah, dan menambah pengetahuan tentang model-model pembelajaran serta penerapannya dalam proses pembelajaran. (3) Hasil penelitian menggunakan media pembelajaran berbasis android pada mata kuliah pembelajaran terpadu memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran tersebut. 

(6) Model Pembelajaran (CBILM) merupakan model pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa menguasai mata pelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan apresiasi mereka terhadap budaya lokal. CBILM adalah lebih mampu secara signifikan meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal dan penguasaan materi pelajaran dibandingkan model pembelajaran yang ada saat ini.

(7) Desain pembelajaran terpadu berbasis Core content terbukti lebih memudahkan guru dalam melihat titik temu dari sejumlah mata pelajaran, sekaligus melihat keterhubungan konten antar mata pelajaran, sehingga akhirnya memudahkan guru  melihat rangkaian keterhubungan antar indikator semua mata pelajaran dalam satu  RPP. (9) Dapat simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan metode pembelajaran terpadu memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis.

(10) Hasil peningkatan pembelajaran motorik dasar (instructional effect) dengan menerapkan model pendekatan pembelajaran terpadu dari. SD menunjukkan hasil peningkatan yang signifikan sebesar rata-rata skor peningkatan keterampilan motorik melalui pembelajaran terpadu lebih tinggi dari skor rata-rata peningkatan keterampilan motorik melalui pembelajaran konvensional.

E. Rekomendasi & Penelitian Selanjutnya

Rekomendasi & Penelitian Selanjutnya meliputi pembelajaran terpadu yaitu; (1) Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan cara mengembangkan multimedia dan metode Research and Development. (2) Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menentukan program yang tepat untuk membentuk karakter siswa SD dengan pembelajaran terpadu. 

(3) Media pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan dapat diujicobakan pada skala yang lebi besar. (4) Penelitian kajian lebih lanjut tentang aplikasi dari pembelajaran terpadu dengan menggunakan radikalisme sebagai tema pembelajaran di SD.

(5) Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menentukan model pembelajaran terpadu untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara. (6) Pengembangan ini ditujukan untuk siswa sekolah dasar yang dapat membantu siswa menguasai mata pelajaran tertentu.

(7) Meneliti keberanian dan kepercayaan diri guru untuk berinovasi dalam merancang desain pembelajaran tetapi tetap mengacu pada standar yang harus dicapai oleh kurikulum 2013. (8) Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menentukan konsep yang bervariasi dalam pembelajaran. (9) Menggali model pembelajaran lain yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. (10) Membandingkan pendekatan pembelajaran terpadu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional di kelas.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ansori, Y. Z. (2020). Pembinaan karakter siswa melalui pembelajaran terpadu di sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 6(1), 177-186.
  2. Wati, U. A. (2010). Pengembangan Multimedia Pembelajaran untuk Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: FIP Universitas Negeri Yogyakarta.
  3. Putri, E. P., & Sahari, S. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu. Jurnal PINUS, 3(1), 32-40.
  4. Hergianasari, P. (2019). Konsep Deradikalisasi Pada Pendidikan Berbasis Pembelajaran Terpadu. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(3), 239-244.
  5. Arianto, A. (2018). Model Pembelajaran Terpadu Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Dan Berbicara. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 13(1), 48-62.
  6. Sukmadinata, N. S. (2010). Pengembangan model pembelajaran terpadu berbasis budaya untuk meningkatkan apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Cakrawala Pendidikan, (2), 81228.
  7. Haenilah, E. Y. (2017). Efektivitas Desain Pembelajaran Terpadu Berbasis Core Content Di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(1), 39-48.
  8. Dewi, C. (2010). Implementasi sistem pembelajaran terpadu Di sekolah dasar islam terpadu (sdit) Ar-risalah Surakarta (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
  9. Loka, I. N., & Anwar, Y. A. S. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Metode Pembelajaran Terpadu Kemampuan Berpikir Kritis. Chemistry Education Practice, 2(2), 29-35.
  10. Sutresna, N. (2015). Belajar gerak dan matematika dasar melalui pendekatan pembelajaran terpadu di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 34(2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *