Review Artikel Pembelajaran Daring Masa Pandemik Covid-19

Berikut ini review artikel tentang pembelajaran daring masa pandemik Covid-19, dengan menganalisis dari latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, dan simpulan hasil penelitian. Adapun artikel yang dipilih untuk direview sejumlah 10 artikel yang publikasi pada tahun 2020-2021. Temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk menuliskan penelitian skripsi, tesis dan lain-lain.

Latar belakang:

Penelitian pembelajaran daring pada masa pandemik Covid-19 tentang bagaimana dampak pembelajaran daring di sekolah dasar (Dewi, 2020), dan banyak peserta didik yang mengalami perubahan karakter dan tingkah laku peserta didik (Suriadi et al., 2021). Hambatan, solusi dan harapan dalam pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19 (Anugrahana, 2020) dan tantangan yang dihadapi guru profesional dan sekaligus solusi strategis ke depan (Wahyono et al., 2020).

Kegiatan belajar mengajar cukup terasa bagi siswa dan tidak langsung menggunakan pembelajaran daring (Handarini & Wulandari, 2020), dan salah perubahan utama pada kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru di sekolah dasar pada pembelajaran daring selama pandemik (Prasetyo & Zulela, 2021). Selain itu, pembelajaran daring berlangsung banyak orang tua yang mengeluhkan beberapa masalah yang dihadapi selama peserta didik belajar di rumah, diantaranya terlalu banyak tugas yang diberikan dan guru yang belum mengoptimalkan teknologi (Putria et al., 2020), motivasi belajar mahasiswa (Fitriyani et al., 2020).

Pada perguruan tinggi khusus pendidikan vokasi belum ada penerapan pembelajaran daring (Maulana, 2021), dan masalah mayoritas mahasiswa berasal dari daerah pedesaan di Kabupaten Landak yang masih sulit dijangkau oleh sinyal internet (Annur & Hermansyah, 2020).

Tujuan Penelitian:

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi mengenai dampak COVID-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di sekolah dasar (Dewi, 2020), mendapatkan masukan dan perbaikan untuk pembelajaran yang lebih baik (Anugrahana, 2020), kegiatan belajar online di rumah (Handarini & Wulandari, 2020), dan menjelaskan aspek pembelajaran daring guru (pelaksanaan, tantangan, dan solusi) (Wahyono et al., 2020).

Mengetahui faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat guru pembelajaran daring (Putria et al., 2020), problematika pembelajaran daring terhadap pendidikan karakter siswa (Suriadi et al., 2021), proses dan tahapan pembelajaran daring menggunakan aplikasi WhatsApp (Prasetyo & Zulela, 2021), persepsi mahasiswa pada pembelajaran daring di pendidikan tinggi vokasi (Maulana, 2021), motivasi yang dialami mahasiswa dalam pembelajaran daring (Fitriyani et al., 2020), dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi mahasiswa (Annur & Hermansyah, 2020).

Metode Penelitian:

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (Dewi, 2020; Handarini & Wulandari, 2020; Wahyono et al., 2020), penelitian deskritif kualitatif (Anugrahana, 2020; Putria et al., 2020; Suriadi et al., 2021; Annur & Hermansyah, 2020), pendekatan studi kasus (Prasetyo & Zulela, 2021), dan kuantitatif dengan teknik survei (Fitriyani et al., 2020), serta penelitian komparatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (Maulana, 2021).

Simpulan:

Pembelajaran daring merupakan salah satu solusi untuk menerapkan social distancing guna mencegah mata rantai penyebaran wabah covid 19. Study from home (SFH) merupakan salah satu akibat dari adanya wabah covid 19, yang menyebabkan pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah menjadi diliburkan dan belajar di rumah masing-masing (Handarini & Wulandari, 2020). Faktor pendukung guru dalam proses pembelajaran daring yaitu ketersediaannya handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil.

Faktor penghambat tersebut diantaranya adalah belum semua peserta didik memiliki handphone dan masih banyak orang tua sibuk bekerja (Putria et al., 2020). Guru melaksanakan kebijakan pemerintah melalui pembelajaran daring. Berbagai platform digunakan dalam pembelajaran daring. Berbagai respon positif disampaikan peserta didik terkait pembelajaran daring. Namun demikian pelaksanaan pembelajaran daring memiliki tantangan/kendala, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan teknis implementasi (Wahyono et al., 2020).

Dampak COVID-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di SD dapat terlaksana dengan cukup baik apabila adanya kerjasama antara guru, siswa dan orang tua dalam belajar di rumah (Dewi, 2020). proses pembelajaran daring guru tetap berlangsung dengan aplikasi WhatsApp. Guru memadukan inovasi pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp dengan PjBL, PBL, dan video youtube. Selanjutnya temuan baru proses pelaksanaan pembelajaran daring dengan WhatsApp melalui tiga tahapan yaitu: berkomunikasi, penyampaian, dan pengumpulan tugas belajar siswa (Prasetyo & Zulela, 2021).

Hambatan adalah orang tua harus menambah waktu untuk mendampingi anak-anak. Sedangkan dari segi guru, guru menjadi melek teknologi dan dituntut untuk belajar banyak hal khususnya pembelajaran berbasis daring (Anugrahana, 2020). Selanjutnya bagaimana seorang guru tersebut menyikapi perubahan tersebut, dimana ada peserta didik yang perubahannya semakin baik karena mereka tinggal di lingkungan keluarga yang mau membimbing mereka di masa pembelajaran daring, namun ada juga peserta didik yang sulit ketika pembelajaran daring dalam belajar sehingga karakter disiplin mereka tidak terbentuk karena mereka menunda-nunda bahkan ada yang tidak mengumpulkan tugas (Suriadi et al., 2021).

Pada pendidikan tinggi persepsi mahasiswa pada pembelajaran daring yang dilaksanakan dengan menggunakan Zoom Meeting dan Google Classroom berada pada kategori baik. Hasil uji peringkat bertanda Wilcoxon menunjukkan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Google Classroom lebih baik dibandingkan Zoom Meeting (Z = -5,798; p = 0,000) (Maulana, 2021). Ada 8 indikator motivasi belajar yaitu konsentrasi, rasa ingin tahu, semangat, kemandirian, kesiapan, antusias atau dorongan, pantang menyerah, dan percaya diri menunjukkan skor rata-rata persentase 80,27 % termasuk kriteria sangat baik, hal ini dapat dikatakan bahwa di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia (Fitriyani et al., 2020).

Mahasiswa menghadapi beberapa kesulitan yang digolongkan menjadi kesulitan teknis, kesulitan adaptasi dan ketidaksiapan pengajar. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut, perlu adanya pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menunjang percepatan adaptasi mahasiswa dalam pembelajaran daring (Annur & Hermansyah, 2020)

Penelitian Selanjutnya:

Penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada model pembelajaran daring (Anugrahana, 2020), apakah pembelajaran daring membuat siswa menjadi lebih mandiri? (Handarini & Wulandari, 2020), motivasi belajar siswa SD melalui pembelajaran daring (Putria et al., 2020), terhadap hasil belajar peserta didik (Maulana, 2021) dan mahasiswa (Fitriyani et al., 2020), karakter disiplin siswa SD (Suriadi et al., 2021).

Dapat juga fokus pada penelitian kompetensi dan keterampilan guru untuk terus dikembangkan (Wahyono et al., 2020), mengoperasikan gawai dengan kerjasama antara guru dengan orang tua (Dewi, 2020), penerapan pembelajaran menggunakan WA untuk meningkatkan hasil belajar siswa (Prasetyo & Zulela, 2021) serta kesiapan pengajar/dosen dalam mengajar pembelajaran daring (Annur & Hermansyah, 2020).

Proses review dapat membaca artikel berikut ini: 10 artikel pembelajaran daring di masa pandemik covid 19

Daftar Pustaka:

  1. Annur, M. F., & Hermansyah. (2020). Analisis Kesulitan Mahasiswa Pendidikan Matematika Dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Kependidikan, 11(2), 195–201.
  2. Anugrahana, A. (2020). Hambatan, Solusi dan Harapan: Pembelajaran Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 Oleh Guru Sekolah Dasar. Jurnal Scholaria, 10(3), 282–289.
  3. Dewi, W. A. F. (2020). Dampak COVID-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61. https://doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.89
  4. Fitriyani, Y., Fauzi, I., & Sari, M. Z. (2020). Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Selama Pandemik Covid-19. Profesi Pendidikan Dasar, 7(1), 121–132. https://doi.org/10.23917/ppd.v7i1.10973
  5. Handarini, O. I., & Wulandari, S. S. (2020). Pembelajaran Daring sebagai Upaya Study From Home (SFH) selama Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(3). https://doi.org/10.1093/fampra/cmy005
  6. Maulana, H. A. (2021). Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring di Pendidikan Tinggi Vokasi : Studi Perbandingan antara Penggunaan Google Classroom dan Zoom Meeting. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN Research & Learning in Education, 3(1), 188–195.
  7. Prasetyo, T., & Zulela, M. S. (2021). Proses Pembelajaran Daring Guru Menggunakan Aplikasi Whatsapp Selama Proses Pembelajaran Daring Guru Menggunakan Aplikasi Whatsapp. Jurnal Elementaria Edukasia, 4(1), 138–150. https://doi.org/10.31949/jee.v4i1.2769
  8. Putria, H., Maula, L. H., & Uswatun, D. A. (2020). Analisis Proses Pembelajaran dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid- 19 Pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 861–870. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.460
  9. Suriadi, H. J., Firman, F., & Ahmad, R. (2021). Analisis Problema Pembelajaran Daring Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 165–173.
  10. Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S. (2020). Guru profesional di masa pandemi Covid-19: Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1), 51–65. https://doi.org/10.22219/JPPG.V1I1.12462

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *