Review Artikel Penelitian Pembelajaran Inklusif Terbaru

Berikut ini review artikel penelitian dengan topik pendidikan inklusif, dengan menganalisis mulai dari latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, simpulan hasil penelitian, hingga penelitian selanjutnya. Adapun artikel yang dipilih untuk direview sejumlah 10 artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019-2021. Temuan penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk menulis penelitian skripsi, tesis, dan lain-lain.

Latar Belakang:

Penelitian pembelajaran inklusif mengenai anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, mental intelektual, sosial, emosional), sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020). Pendidikan inklusif merupakan implementasi dari hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan (Purwanti Retno Yuliastut, 2019), namun masih sering dijumpai anak-anak berkebutuhan khusus belum diberi ruang atau lingkungan yang aman dan nyaman dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan keadaaan anak berkebutuhan khusus (Maria Yulianti Goo, 2020). Perubahan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring selama pandemik menjadi hal baru bagi GPK di sekolah inklusif sekaligus tantangan menghadapi pembelajaran PDBK di masa pandemik COVID-19 (Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021), solusi paling tepat dengan pandemi ini adalah pembelajaran daring (Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020). Dampak pemberlakuan pembelajaran daring memberikan tantangan tersendiri bagi guru pendamping di sekolah inklusi (Hamidaturrohmah, 2020). Sementara itu, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengalami kesulitan dapat diketahui melalui kriteria-kriteria yang sebenarnya merupakan indikator terjadinya kesulitan belajar (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020). Sehingga perlu melakukan suatu pengembangan media pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunagrahita yang diberi nama Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020), agar ABK dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal maka dibutuhkan penanganan pendidikan secara khusus (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020). melalui pembelajaran dan layanan yang tepat diharapkan pengembangan bakat sebagai bekal masa depan PDBK dapat berjalan secara optimal (Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020).

Tujuan Penelitian:

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusif selama pandemik COVID-19 (Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021), strategi pembelajaran jarak jauh siswa berkebutuhan khusus (Hamidaturrohmah, 2020), pengalaman belajar daring siswa berkebutuhan khusus (Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020), mengetahui penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020), meninjau kompetensi guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar (Purwanti Retno Yuliastut, 2019), mendeskripsikan manajemen peserta didik anak berkebutuhan khusus (Maria Yulianti Goo, 2020), mengidentifikasi bakat dari PDBK (Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020), mengetahui faktor pendukung keberhasilan pembelajaran anak berkebutuhan khusus (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020), menghasilkan media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang layak digunakan dalam materi bilangan untuk siswa kelas 5 Tunagrahita (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020), memperoleh langkah yang tepat untuk memperbaiki proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020).

Metode Penelitian:

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah korelasi product moment (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020), penelitian deskriptif kualitatif (Maria Yulianti Goo, 2020; Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021; Hamidaturrohmah, 2020; Purwanti Retno Yuliastut, 2019), Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020), Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020), dan penelitian pengembangan (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020), serta kajian pustaka (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020). Selanjutnya menggunakan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020).

Simpulan:

Berdasarkan 10 artikel ilmiah pendidikan inklusif yang telah dianalisis dapat disimpulkan sebagai berikut: Sebagian besar dari PDBK belum teridentifikasi bakatnya. PDBK yang telah teridentifikasi bakatnya berada di kelas tinggi, sedangkan untuk kelas rendah belum teridentifikasi bakatnya (Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020), variabel yang berpengaruh terhadap hasil pembelajaran daring pada ABK adalah umur, gender, perhatian orang tua dan les privat (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020), Anak autis dikenal sebagai anak yang memiliki karakteristik perilaku yang unik dan sering menyendiri dan gangguan perkembangan neurobiologis berat yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan) dengan orang lain (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020), anak-anak dengan berkebutuhan khusus kehilangan proses pendidikan mereka (program intervensi, pendidikan khusus, terapi fisik) yang mereka miliki untuk karakteristik utama mereka (interaksi sosial, komunikasi dan pola perilaku terbatas) yang mempengaruhi kualitas hidup mereka (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020).

Pembelajaran PDBK selama pandemik COVID-19 sebagai berikut; (1) para GPK telah menyiapkan perangkat pembelajaran terutama Program pembelajaran individual, (2) pembelajaran luring di kelas dan ruang sentra fokus pada pengembangan life skill PDBK, (3) konten belajar sama dengan sebelum pandemik, (4) pembelajaran daring dilaksanakan melalui aplikasi zoom dan whatsapp, dan (5) proses penilaian hasil belajar menggunakan google form dan worksheet terkait aktivitas belajar PDBK (Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021), siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusif diberikan kesempatan untuk dapat memahami pelajaran, di dalam ruang kelas virtual yang disediakan khusus oleh guru (Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020), dan hasil pengembangan media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang dikembangkan termasuk kategori Sangat Valid dan Sangat Praktis serta dapat secara efektif meningkatkan ketuntasan belajar siswa mencapai 80% (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020).

Kompetensi guru dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan inklusi melalui 3 (tiga) tahap, yaitu (a) tahap persiapan yang meliputi kegiatan pendataan anak berkebutuhan khusus, sosialisasi program dan penyediaan sumber daya, (b) tahap pelaksanaan program meliputi kegiatan pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan layanan pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus, dan (c) tahap terakhir adalah tahap monitoring dan evaluasi (Purwanti Retno Yuliastut, 2019). Selanjutnya, catatan bagi para pembuat kebijakan dan penyelenggara pendidikan inklusi supaya menyediakan sumberdaya yang memadai bagi layanan anak berkebutuhan khusus seperti tenaga terapis, psikolog, dokter dan ditempatkan di sekolah-sekolah reguler yang terinklusi (Maria Yulianti Goo, 2020).

Penelitian Selanjutnya

Penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada penyediaan layanan pendidikan inklusif di sekolah (Maria Yulianti Goo, 2020), program intervensi (Ilona Aulia Nur Syafarana, Assyifa Chairani, 2020), program sekolah untuk mengembangkan potensi (Arif Widodo, Dyah Indraswati, Deni Sutisna, Nursaptini, Setiani Novitasari, 2020), pembelajaran yang mengakomodasi pendidikan siswa berkebutuhan khusus (Hamidaturrohmah, 2020), pengembangan pembelajaran virtual (Rehan Nil Jannah, Nurul Lathifa Wulandari, Setia Budi, 2020), penerapan dalam penelitian tindakan untuk melihat efektivitas media pembelajaran PANCORAN (Lisna Sari, Ryan Angga Pratama, dan Besse Intan Permatasari, 2020), siswa autis berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain (Maria Ulva, Rizki Amalia, 2020), tindakan guru dalam melakukan monitoring dan evaluasi pendidikan inklusif (Purwanti Retno Yuliastut, 2019), dampak penurunan capaian hasil belajar PDBK (Teguh Prasetyo, Asep Supena, 2021), mencari korelasi dari kategori yang ditemukan pada penelitian ini (Elok Mutiara Rakhmawati, 2020).

Proses review dapat membaca artikel penelitian pembelajaran inklusif berikut ini: 10 artikel ilmiah untuk topik penelitian pembelajaran inklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *