Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Puisi

Kegiatan pembelajaran apresiasi sastra Indonesia di Sekolah Dasar (SD) dapat dilakukan pada sastra prosa fiktif, puisi, dan drama. Seorang “Apresiator” harus memiliki kemampuan dalam menilai hasil sastra yang disajikan oleh penyaji oleh karena penting menguasai aspek-aspek yang dinilai. Orang yang menjadi penilai akan terlatih jika sering memperhatikan, menyimak, mengamati, melakukan, mengevaluasi dan menilai hasil kegiatan tersebut.

Perbedaan puisi adalah pada proses penciptaan masing-masing karya sastra dan proses tidak begitu terasa di dalam prosa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi adalah 1) memperhatikan judul, judul sebaiknya identitas cap terhadap puisi dan hal unik dari puisi itu, 2) lihat kata-kata yang dominan, kata dominan merupakan kata kunci dalam puisi, 3) penggunaan makna konotatif atau pemakaian majas, 4) lakukan parafrase puisi, 5) membentuk kesatuan dalam satu unit, 6) tafsiran puisi yang benar (adaptasi Mursal Esten, 1987).

Berikut ini pedoman penilaian apresiasi sastra yang telah dikembangkan oleh Mona Solina (2015). Rubrik penilaian menulis puisi berdasarkan aspek Diksi, Imajinasi, Makna dan Amanat.

AspekIndikatorSkor
DiksiSangat Baik: Pemilihan kata sangat tepat, penggunaan kata sangat efektif, bahasa yang dipakai padat5
Baik: Pemilihan kata tepat, penggunaan kata efektif, bahasa yang dipakai padat.4
Cukup: Pemilihan kata cukup tepat, penggunaan kata cukup efektif, bahasa yang dipakai cukup padat3
Kurang: Pemilihan kata kurang tepat, penggunaan kata kurang efektif, bahasa yang dipakai kurang padat.2
Sangat Kurang: Pemilihan kata tidak tepat, penggunaan kata tidak efektif, bahasa yang dipakai tidak padat.1
ImajinasiSangat Baik: Sangat mampu mengungkapkan daya pikir melalui susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi5
Baik: Mampu mengungkapkan daya pikir melalui susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi4
Cukup: Cukup mampu mengungkapkan daya pikir melalui susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi3
Kurang: Kurang mampu mengungkapkan daya pikir melalui susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi2
Sangat Kurang: Tidak mampu mengungkapkan daya pikir melalui susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi.1
MaknaSangat Baik: Terdapat pada penyampaian pesan baik tersirat maupun tersurat yang sangat sesuai dengan tema5
Baik: Terdapat pada penyampaian pesan baik tersirat maupun tersurat yang sesuai dengan tema4
Cukup: Terdapat pada penyampaian pesan baik tersirat maupun tersurat yang cukup sesuai dengan tema.3
Kurang: Terdapat pada penyampaian pesan baik tersirat maupun tersurat yang kurang sesuai dengan tema2
Sangat Kurang: Terdapat pada penyampaian pesan baik tersirat maupun tersurat yang tidak sesua dengan tema1
AmanatSangat Baik: mengandung amanat atau pesan yang tersirat yang sangat sesuai dengan tema.5
Baik: mengandung amanat atau pesan yang tersirat yang sesuai dengan tema.4
Cukup: mengandung amanat atau pesan yang tersirat yang cukup sesuai dengan tema.3
Kurang: mengandung amanat atau pesan yang tersirat yang kurang sesuai dengan tema.2
Sangat Kurang: mengandung amanat atau pesan yang tersirat yang sangat kurang sesuai dengan tema.1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *